Remaja yang Menerima Dosis Lengkap Baru 1 Persen

RAKYATCIREBON.ID - Pemkab Majalengka terus menggencarkan program vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat dan juga para pelajar usia 12-17 tahun.
Terkhusus bagi pelajar, vaksinasi tersebut diharapkan mampu mengembalikan sistem pembelajaran tatap muka yang sudah 1.5 tahun lamanya tidak dirasakan para pelajar.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, pada 26 Agustus 2021, jumlah remaja dan anak yang telah divaksinasi dosis 1 sebanyak 7.365 atau 6 persen dari total sasaran vaksinasi anak dan remaja 124.701.
\"Sedangkan, yang telah menerima dosis lengkap (dosis 2, red) vaksinasi bagi anak maupun remaja sudah menyentuh di angka 1.574 atau sekitar 1 persen dari total sasaran,\" ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Majalengka, Agus Susanto, Sabtu (27/8).
Menurutnya, kegiatan vaksinasi bagi masyarakat dan remaja atau anak hingga saat ini masih berlangsung di beberapa puskesmas, rumah sakit daerah dan di beberapa titik lainnya di wilayah Kabupaten Majalengka.
Agus juga bersyukur atas antusiasme masyarakat dan para pelajar di Kabupaten Majalengka. Ia pun terus mendorong pemberian vaksinasi Covid-19 pada remaja yang berusia 12-17 tahun.
\"Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Dengan vaksinasi, kita membangun herd immunity,\" ujar Agus Susanto yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka.
Para pelajar mengaku, ingin melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai langkah rencana persiapan untuk memasuki tahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
\"Saya mau divaksin karena ingin segera kembali belajar tatap muka di sekolah bersama teman-teman,\" ucap Deliany (16) salah satu pelajar di Majalengka.
Sementara itu, pemerintah kembali memperpanjang PPKM di wilayah Jawa dan Bali pada 24-30 Agustus 2021. Status level PPKM beberapa wilayah telah diturunkan diikuti dengan aturan yang lebih longgar.
Termasuk di Kabupaten Majalengka yang semulanya level 3 menjadi level 2. Salah satunya memperbolehkan sekolah tatap muka terbatas di kota berjuluk Angin ini.
Hal itu langsung disambut bahagia kalangan emak - emak. Salah satunya, Suerah (45) yang sudah sangat menanti digelarnya PTM setelah sekian lama pembelajaran secara daring di tengah pandemi.
Menurut dia, jika sekolah anaknya sudah memberikan kesempatan tatap muka terbatas, sebagai orang tua, ia akan memperbolehkan anaknya masuk sekolah.
\"Sudah cukup 1.5 tahun saja sekolah daringnya. Besok tetap harus berani mencoba tatap muka. Karena, selama sekolah daring cukup merepotkan kalangan ibu-ibu. Selain tingkat stres yang meningkat, pengeluaran juga makin banyak,\" ucapnya.
Sumber: