Desak Pejabat Baru Segera Lelang Ulang Proyek Disdik

RAKYATCIREBON.ID - Kisruh lelang 45 pekerjaan DAK pada Dinas Pendidikan Kota Cirebon belum menemui titik terang. Bahkan proses mutasi yang dilakukan Pemkot dan melibatkan dua pejabat yang notabene sedang mengurus lelang dan ikut masuk gerbong mutasi, memunculkan pertanyaan besar.
Sementara itu, para pejabat yang baru, di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen di Disdik serta kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan proses lelang. Mengingat dari 45 pekerjaan yang harus dilelangkan, karena enam diminta PPK untuk dikaji ulang, dua paket tahap review dan sembilan paket berstatus gagal lelang.
Terlebih, mengejar batas akhir memasukan nomor kontrak ke sistem pada akhir bulan Agustus 2021 mendatang, sehingga ada sedikit waktu tersisa agar pekerjaan bisa dilaksanakan dan anggaran bisa terserap.
Pembina Asosiasi Konstruksi Nasional (Askonas) Kota Cirebon, Muhamad Soleh mengungkapkan, kisruh lelang di Disdik sebetulnya hal yang tidak perlu terjadi. Namun karena beberapa hal yang janggal, maka membuat para kontraktor lokal bersuara.
Namun demikian, terlepas dari proses mutasi yang melibatkan pejabat yang sedang mengurus lelang yang berjalan, ia mendorong agar paket yang berstatus gagal lelang segera dilelang ulang.
\"Saya mendorong agar Dinas Pendidikan dan UKPBJ segera melelangulang paket yang gagal lelang. Apalagi kan sekarang pejabatnya baru semua. Jadi harus segera,\" ungkap Soleh.
Sampai saat ini, lanjut dia, pendidikan di Kota Cirebon terus diberi kesempatan untuk bisa berkembang, termasuk terus disokong anggaran untuk membangun infrastruktur sekolah. Dan itu merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
\"Semua harus selesai. Sehingga tahun depan anggaran pembangunan dunia pendidikan bisa terus bertambah,\" lanjutnya.
Kisruh lelang dan target waktu yang tinggal menghitung hari ini, kata dia, menjadi tantangan yang harus bisa diselesaikan. Dan batas waktu akhir Agustus adalah poin utama yang patut diperhatikan oleh Dinas maupun Kepala UKPBJ, terutama para pejabat baru.
\"Dinas maupun ULP segera rapat dan menayangkan ulang pekerjaan yang gagal lelang kemarin,\" tegasnya. (sep)
Sumber: