Kapolres Sebut Dunia Pendidikan belum Bersih dari Pungli

Kapolres Sebut Dunia Pendidikan belum Bersih dari Pungli

KEJAKSAN - Dunia Pendidikan di Kota Cirebon ternyata belum sepenuhnya bersih dari praktek pungutan liar (Pungli).  Hal tersebut disampaikan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM kepada Rakyat Cirebon usai menggelar rapat tertutup bersama para kepala sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Cirebon di ruangannya, Rabu (26/7).
\"polres
Kapolres Cirebon AKBP Adi Vivid. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
\"Kami menerima kunjungan dari ibu kepala balai beserta para kepala sekolah SMA dan SMK di Kota Cirebon. Ternyata masin banyak terjadi upaya-upaya dari perorangan maupun LSM yang mengganggu dunia pendidikan,\" demikian disampaikan Adi Vivid.

Lebih jauh, Adi Vivid menuturkan bahwa pada prosesnya di lapangan, masih banyak praktek-praktek semacam pungutan yang sering datang ke sekolah-sekolah di Kota Cirebon.

\"Bentuk gangguan, menurut laporan tadi, ada beberapa orang yang rutin setiap Jumat dan Sabtu mengajukan proposal-proposal yang arahnya pungli, meminta sesuatu dari pihak sekolah,\" jelasnya.

Pada kesempatan pertemuan dengan para kepala sekolah kemarin, lanjut dia, pihak kepolisian pun memberikan dukungan moral serta meminta agar setiap ada apapun yang mengarah kepada intimidasi, agar para kepala sekolah segera melaporkan kepada pihaknya.

Bukan tidak mungkin, jika kejadian tersebut terus dibiarkan, para kepala sekolah akan mendapatkan intimidasi-intimidasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun para kepala sekolah pun diminta tetap tenang dan tidak usah takut.

\"Kalau sampai ada intimidasi, pemerasan apalagi kekerasan, kita akan segera tindak,\" ujarnya. Orang nomor satu di kepolisian resort Cirebon Kota tersebut pun menegaskan bahwa pihaknya siap pasang badan untuk melakukan pengawalan, sehingga perjalanan dunia pendidikan di Kota Cirebon bisa berjalan baik, tertib dan lancar.

\"Kita berikan dukungan moral kepada para kepala sekolah untuk jangan takut, saya ucapkan terima kasih karena sudah melaporkan hal ini, dan kedepan kita akan jamin keberlangsungan dunia pendidikan di Kota Cirebon ini,\" tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BPPP) Wilayah V pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Nurhulaela mengatakan pihaknya merasa terlindungi dengan respon baik yang diperlihatkan jajaran kepolisian, apalagi setelah adanya kejadian pengrusakan di kantor Balai beberapa waktu lalu.

\"Saya merasa terlindungi dari segi keamanan, karena memang niat kami melaksanakan tugas dengan baik, adapun ditengah jalan ada gangguan itu kan tidak diharapkan,\" kata Dewi. (sep)

Sumber: