Bisnis Berbasis Kawasan Dilirik Investor

Bisnis Berbasis Kawasan Dilirik Investor

KEJAKSAN -  Hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka sudah ditangkap sebagian pihak sebagai awal berkembangnya potensi ekonomi di wilayah Ciayumajakuning. 
\"seminar
Seminar Metropolitan Cirebon Raya. Foto: Suwandi/Rakyat Cirebon
Bahkan, sebagian pihak memprediksi Ciauyumajakuning akan menjadi kawasan metropolitan strategis bisnis baru.

Ketua Koperasi Ganesha Mitra CIMK, Bambang Setiawan ST menjelaskan, dampak parallel yang ditimbulkan hadirnya BIJB sedapat mungkin diketahui oleh masyarakat Ciayumajakuning. Agar, jika terjadi pesatnya pembangunan masyarakat tidak kaget.

“Tujuan acara ini untuk memberikan informasi  kepada masyarakat  luas tentang proyeksi Metropitan Cirebon  Raya ini ke depan. Karena kita tahu Cirebon Raya atau yang  kita kenal Ciayumajakuning ini akan menjadi wilayah  yang sangat prestisius akan sangat maju,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Tak hanya itu, kata dia, makin banyaknya investor yang tertarik terhadap kemajuan Cirebon Raya juga sudah mulai dirasakan manfaatnya dengan makin terbukanya lapangan kerja. Hanya saja, masyarakat lokal diminta untuk menyiapkan diri baik dari skill  maupun legalitas akademis yang mendukung.

“Kalau masyarakat tidak tahu tentang  informasi ini yang tentunya akan kaget ketika ada perubahan-perubahan. Acara ini bukan yang pertama, tentunya aka nada  tindak lanjut. Kita ini hanya bagian kecil saja, tidak  bisa bekerja sendiri,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ir Irfan Suryanagara membenarkan,   wilayah Cirebon Raya saat ini menjadi magnet baru pengembangan bisnis berbasis kawasan. Tersediannya lahan didukung dengan SDM yang melimpah, Irfan yakin  Cirebon Raya dapat memberikan kesejahteraan  bagi masyarakatnya.

“Sekarang ini pembangunanmnya sudah semakin meningkat kalau masih ada warga kita yang mencari pekerjaan di luaran. Kita bisa tarik  kembali ke Cirebon dengan pembangunan yang  pesat ini. Bahkan, mereka bisa mengembangkan usaha sendiri,” katanya.

Sementara itu, progres pembangunan BIJB saat ini baru mencapai 42 persen. Ditargetkan seluruh pengerjaan konstruksi  akan rampung pada akhir  2017. 

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BIJB, Virda Dimas  Ekaputra usai mengisi sebuah acara di Kota Cirebon, akhir pekan lalu.

“Saat ini proyek BIJB sudah 42 persen. Kita targetkan  selesaikan Desember 2017 untuk konstruksi dan disiapkan untuk bisa beroperasi di Februari 2018,” ungkap Virda.

Mantan CEO Rumah Zakat ini mengungkapkan, untuk mendukung rencana pengoperasian, BIJB sudah melakukan  kesepatakan dengan berbagai pihak terkait. “Kami sudah berkordinasi dengan pihak terkait terutama dengan  kementrian perhubungan kepada Airnav, Pertamina, PLN, PDAM, ground handling dan kami sudah ber-MoU,” sambungnya.

Virda menjelaskan, di tahun  pertama pengoperasian, BIJB menargetkan sebanyak 2,7 juta penumpang. Sementara rute yang dilayani  sebanyak 14 rute dengan rincian sepuluh rute domestik dan empat rute internasional.  

Oleh karena itu, kata dia, beberapa perusahaan penerbangan juga sudah melakukan kerjasama dengan BIJB.

“Yang sudah MoU saat ini ada City Link enam rutedna Sriwijaya Air. Harusnya Kamis (18/5) ada MoU dengan Garuda Indonesia dan Air Asia. Hanya saja  ada sedikit kendala jadi mundur,” katanya.

Menurutnya, BIJB akan beroperasi di atas lahan aero city 3.480 hektare dengan luas terminal mencapai 96 ribu meter persegi. Artinya, luas terminal yang dimiliki BIJB lebih besar Sembilan kali lipat Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara yang ada di Bandung.

“Terminal yang kami bangun itu tahap 1A luasnya 96 ribu meter persegi, Bandung dan Husein itu sekarang 10 ribu dengan internasionalnya 15 ribu. Kira-kira Sembilan kali lipat luasnya dari Husein,” jelasnya.

Virda menyampaikan,  pengoperasian BIJB akan dilakukan pada awal tahun depan sesuai dengan permintaan Presiden Joko  Widodo. Oleh karena itu, barbagai hal terkait persiapan pengoperasian dilakukan oleh BIJB termasuk  level kenyamanan penumpang.

“Bandara  dengan luas 96 ribu tadi dengan level kenyamanan A itu bisa sampai 5 juta penumpang, kalau level kenyamanannya turun sampai C bisa sampai 11 juta,” pungkasnya. (wan)

Sumber: