Produk Lokal Bisa Naik Kelas

Produk Lokal Bisa Naik Kelas

Andalus City Buka Showroom di Mesir, Siap Fasilitasi Pelaku UKM

HARJAMUKTI – Cirebon Qualified Product Exhibition pertama akan digelar di Andalus City Cirebon mulai akhir pekan ini (29/4 - 1/5-17). Pameran produk UKM kualitas ekspor yang dihelat selama tiga hari itu bertujuan untuk memberikan pasar ekspor bagi pengusaha lokal.
\"owner
Dede Muharam. Foto: Suwandi/Rakyat Cirebon
Owner Andalus City sekaligus inisiator pameran tersebut, H Dede Muharam Lc menjelaskan, banyak produk UKM asal Cirebon yang punya kualitas ekspor. Hanya saja, minimnya kesempatan dan pemahaman pasar ekspor membuat produk Cirebon belum begitu banyak mengisi pasar ekspor.

“Kalau saya perhatikan di banyak negara, kerajinan kita seharusnya bisa berkompetisi dengan negara lain. Karena kehalusan dan kelembutan hasil kualitas kerjaan kita. Saat ini paling banyak ekspose-nya kerajinan dari Jogja,” ungkap Dede kepada Rakyat Cirebon, Kamis (27/4).

Oleh karena itu, kata  dia, Cirebon qualified product exhibition merupakan kesempatan yang bagus bagi pelaku UKM Cirebon untuk melebarkan sayap  bisnisnya ke pasar internasional. Tak hanya menyediakan lapak, pihaknya juga mengundang langsung  pelaku ekspor – impor dari beberapa negara, khususnya Mesir dan  kawasan Timur Tengah.

“Kami kumpulkan produsen dari wilayah Cirebon dan sebagainya untuk kita ekspor. Kami juga datangkan importir dari Mesir bersama duta besar Indonesia yang berkuasa penuh di Mesir, Fahmi Fauzi,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku ekspor – impor dari luar negeri akan diberi kesempatan melakukan kontrak kerja sama dengan 30 pelaku UKM Cirebon dalam kegiatan tersebut. Lebih jauh, ia juga siap memfasilitasi pelaku UKM agar lebih terarah ke pasar ekspor.

“Kami awali dengan acara pembukaan dulu. Kemudian business to business. Mereka bertemu dengan eksibitor yang mereka disukai. Jumlahnya ada 30 pengusaha,” ujarnya. Ia mengaatakan, pelaku UKM yang ingin terlibat dalam Cirebon qualified product exhibition, akan diberikan stand secara cuma-cuma dengan sistem kerja sama bagi hasil dari penjualan produk.

“Kami tawarkan sistem konsinyasi. Kerjasama  bagi hasil, hanya ada biaya administrasi saja kurang lebih Rp200 ribu. Standnya gratis. Jadi, untuk UKM itu sangat membantu,” katanya. Produk yang lulus kualifikasi ekspor, jelas Dede, juga siap difasilitasi untuk dipasarkan ke salah satu unit bisnis miliknya. “Saya juga punya showroom permanen di Kairo. Sehingga nanti showroom saya bisa diisi dengan produk dari sini,” ucapnya.

Direncanakan, Cirebon qualified product exhibition akan dilaksanakan rutin setiap tahun. Andalus City siap menjadi sentra UKM Cirebon baik dalam bentuk pameran  berkala maupun sentra permanen. “Setiap tahun harus ada peningkatan jumlah dan kualitas produk,” pungkasnya. (wan)

Sumber: