PKL SC Protes Pembangunan Sirkuit

PKL SC Protes Pembangunan Sirkuit

INDRAMAYU - Puluhan perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Sport Center (SC) Indramayu memprotes penutupan lokasi yang selama ini menjadi ladang mata pencahariannya.
\"pkl
PKL temui dewan. Foto: tardi/Rakyat Cirebon

Bahkan dinilainya ada ketidak beresan dalam pelaksanaan proyek yang kabarnya membangun sirkuit tersebut.

Kamis (1/9), perwakilan PKL tersebut mengadukan persoalannya ke DPRD Indramayu.

Kehadirannya itu dilakukan untuk mencari solusi tanpa harus terjadi benturan di lapangan.

Diterima Wakil Ketua I DPRD Indramayu, H Ruslandi SH, perwakilan PKL mengadukan penutupan kawasan SC yang dilakukan tanpa adanya sosialisasi. Ditambah lagi, 250 PKL di kawasan itu seharusnya direlokasi untuk sementara waktu ke tempat yang tepat.

\"Ini ada yang tidak beres. Apalagi tidak ada sosialisasi dan infonya dibangun sirkuit. Pedagang yang selama ini berjualan di SC akan dikemanakan,\" jelas Sutiyono.

Masalah lain yang timbul, kawasan yang dikabarkan akan dikelilingi pagar tembok tinggi itu, jika nanti difungsikan untuk sirkuit dipastikannya akan berdampak pada lingkungan.

Karena tidak saja PKL yang kehilangan lapak, tapi akan menimbulkan pula kebisingan di lingkungan yang terdapat pemukiman, tempat ibadah, dan sarana pendidikan tersebut.

\"Kalau untuk sirkuit jelas tidak pas. Dan semestinya seperti Ahok, kalau mau dibangun ada sosialisasi dan relokasi. Jangan main tutup saja,\" kesal dia lagi.

Pedagang lainnya yang juga warga setempat, Yayan mengaku kaget ketika sekeliling kawasan SC mendadak dibentengi pagar berbahan seng. Dan ia pun sependapat dengan Sutiyono.

\"Bukan saja kurang pas, tapi tidak pas kalau SC dijadikan sirkuit. PKL juga warga Indramayu dan mencari penghasilan untuk makan keluarga,\" tegas dia.

Menurutnya, jika ada rencana yang kuat untuk membangun sirkuit, Indramayu dengan wilayah sangat luas memiliki tempat-tempat strategis untuk lokasinya.

Sehingga kawasan SC yang sudah menjadi ikon sebagai tempat olahraga dan ruang publik serta kawasan hijau tidak perlu untuk dirubah fungsinya.

\"Indramayu ini luas, ada banyak pilihan untuk lokasi sirkuit. Yang kaitanya dengan pembangunan daerah kami sangat mendukung, tapi harus dipertimbangkan dampak dan amdalnya,\" papar dia.

Menanggapi berbagai aduan tersebut, Ruslandi bersama unsur pimpinan dan komisi berkaitan di DPRD Indramayu akan melakukan tindak lanjut.

Termasuk memanggil dinas/instansi terkait dan melihat kondisi di kawasan SC yang sedang dipersoalkan.

\"Nanti kami akan rapat dengan komisi-komisi berkaitan dan memanggil dinas. Kami akan cari tahu rencana dan tahapan pembangunannya,\" jelas politisi yang juga ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, perwakilan PKL yang mendapat kabar adanya penutupan di salah satu ruas jalan aksesnya bergegas pamit untuk membuka paksa.

Beruntungnya, kehadiran PKL yang emosi di lokasi tidak menimbulkan kericuhan, karena mandor dan pegawai proyek sudah lebih dulu meninggalkan lokasinya. (tar)

Sumber: