Kemenag Apresiasi Ponpes KHAS Kempek: Cetak Generasi Unggul
Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd saat menghadiri pembekalan mahasiswa baru STIKES dan STIES Al Jaelani KHAS Kempek, Selasa (23/9). FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren KHAS Kempek dalam mencetak generasi yang unggul. Salah satunya melalui pendirian perguruan tinggi berbasis pesantren.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd saat menghadiri pembekalan mahasiswa baru STIKES dan STIES Al Jaelani KHAS Kempek, Selasa (23/9).
Slamet menyampaikan penghargaan khusus kepada sesepuh Ponpes KHAS Kempek, KH Muh Musthofa Aqil Siraj, atas inisiatif dan dedikasinya dalam mendirikan dua lembaga pendidikan tinggi.
BACA JUGA:Mulai 2026, Urusan Haji Bukan Kewenangan Kemenag
Yakni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Syariah (STIES) Al Jaelani.
"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada KH Musthofa Aqil Siraj. Beliau telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.
Kiprahnya terang Slamet bukan hanya dalam hal ilmu pengetahuan, tapi juga dalam pembentukan karakter melalui nilai-nilai akhlakul karimah.
Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa lulusan dari kedua institusi tersebut tidak hanya akan menjadi tenaga profesional, namun juga menjadi insan yang bermoral dan religius.
"Saya yakin alumnus STIKES dan STIES Al Jaelani KHAS Kempek akan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa seutuhnya. Mereka bukan hanya manusia yang pintar, tapi juga benar," tambahnya.
Acara pembekalan ini diikuti oleh mahasiswa baru dari dua kampus di bawah naungan Pesantren KHAS Kempek. Lokasinya di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Hadir pula para pengasuh pondok, civitas akademika, serta tokoh masyarakat sekitar.
Pesantren Sebagai Pilar Pendidikan dan Pembangunan
Ponpes KHAS Kempek terus membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama. Tetapi juga mampu bertransformasi menjadi lembaga yang mencetak tenaga profesional di berbagai bidang.
Melalui pendirian STIKES dan STIES Al Jaelani, pesantren ini berperan aktif dalam memperluas akses pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman.
Langkah ini selaras dengan misi Kementerian Agama untuk mendorong lembaga pendidikan Islam menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. (zen)
Sumber: