Penyaluran Kredit BPR se-Ciayumajakunig Tembus Rp2,08 Triliun
CAPAIAN POSITIF. Kinerja 18 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Ciayumajakuning per September 2025 mengalami pertumbuhan positif baik secara yoy, ytd, maupun mtm yang tercermin dari beberapa indikator. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Kinerja 18 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Ciayumajakuning per September 2025 mengalami pertumbuhan positif baik secara yoy, ytd, maupun mtm yang tercermin dari beberapa indikator.
Data itu diungkap Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib kepada para jurnalis pada sesi BANCAKAN di Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, Sabtu (22/11/2025).
Agus mengulas, penyaluran kredit sampai dengan September 2025 secara yoy dan ytd mengalami apresiasi masing-masing sebesar 0,80 persen dan 4,05 persen menjadi Rp2,08 triliun.
Pertumbuhan penyaluran kredit diiringi dengan penurunan porsi kredit macet yang ditunjukkan oleh rasio NPL, secara yoy dan ytd rasio NPL mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,08 persen dan 1,98 persen.
Pertumbuhan aset pada September 2025 secara yoy dan ytd mengalami apresiasi sebesar 0,18 persen dan 0,35 persen menjadi Rp2,7 triliun.
"Tidak hanya aset, Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh BPR menunjukkan pertumbuhan positif baik secara yoy maupun ytd masing-masing sebesar 11,81 persen dan 12,73 persen," katanya.
Sampai dengan September 2025, penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp2,46 triliun. Dari sisi rentabilitas, per September 2025, BPR berhasil meningkatkan rasio ROA sebesar 2,34 persen sehingga secara yoy dan ytd terjadi apresiasi sebesar 4,81 persen dan 4,54 persen.
Sejalan dengan penurunan rasio BOPO yang menunjukkan efisiensi biaya operasional BPR, terjadi penurunan BOPO secara yoy sebesar 35,04 persen menjadi 84,90 persen.
Indikator positif lainnya tercermin dari permodalan BPR yaitu Capital Adeguacy Ratio (CAR) yang masih terjaga sebesar 19,04 persen.
Secara sektoral, terdapat lima sektor ekonomi yang menjadi fokus penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning yaitu sektor Bukan Lapangan Usaha-Lainnya sebesar 45,83 persen atau Rp1,05 triliun, sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 34,49 persen atau Rp789,26 miliar, sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar 4,37 persen atau Rp99,93 miliar: sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya sebesar 4,02 persen atau Rp91,91 miliar, dan sektor konstruksi sebesar 3,15 persen atau Rp72,03 miliar.
Secara regional, porsi penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning terhadap penyaluran kredit BPR di Jawa Barat per September 2025 sebesar 11,13 persen, DPK yang dihimpun BPR di Ciayumajakuning sebesar 14,24 persen, dan porsi aset BPR di Ciayumajakuning sebesar 10,74 persen terhadap aset BPR di Jawa Barat.
OJK Cirebon terus mendorong dan melakukan monitoring penerapan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan di seluruh BPR yang berada di bawah pengawasan Kantor OJK Cirebon. (wan)
Sumber: