Cirebon Waspada! Inilah 7 Gadget Emergency yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana (EDC)
Cirebon Waspada! Inilah 7 Gadget Emergency yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana (EDC). Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Belakangan ini, cuaca ekstrem seolah menjadi tamu tak diundang yang kian sering singgah di berbagai wilayah Indonesia. Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang turun nyaris tanpa henti sering kali berujung pada banjir bandang dan tanah longsor yang datang tiba-tiba. Dalam situasi mencekam seperti ini, ketika air mulai masuk ke pemukiman dan jaringan listrik terpaksa dipadamkan demi keamanan, kepanikan adalah musuh terbesar.
Kita tidak lagi bicara soal kenyamanan, melainkan soal bagaimana cara bertahan hidup dan tetap terhubung dengan bantuan saat keadaan menjadi gelap gulita. Di sinilah kesiapan Tas Siaga Bencana diuji, bukan hanya berisi pakaian dan dokumen, tapi juga dukungan teknologi yang tepat untuk menghadapi kondisi darurat yang kian tak terprediksi.
Berikut adalah 7 gadget emergency yang wajib Anda miliki di dalam tas siaga bencana untuk memastikan Anda tetap terhubung dan aman saat keadaan darurat.
BACA JUGA:Wait or Buy? Dilema Membeli iPhone 16 di Desember 2025 vs Menunggu iPhone SE 4 di Awal 2026
1. Power Bank dengan Fitur Solar Panel
Saat banjir melanda dan PLN terpaksa memutus aliran listrik dalam waktu lama, power bank biasa hanya akan menjadi pemberat tas setelah baterainya habis. Anda butuh cadangan energi yang bisa memanen daya dari alam. Power bank dengan panel surya adalah solusi paling logis. Meski pengisiannya memakan waktu, setidaknya Anda punya jaminan bahwa ponsel atau alat komunikasi tetap memiliki napas untuk mengirim pesan darurat saat sinar matahari muncul kembali.
2. Radio Emergency Hand-Crank (Engkol)
Ketika jaringan 4G atau 5G tumbang akibat cuaca ekstrem, internet menjadi tidak berguna. Di saat itulah, radio AM/FM menjadi satu-satunya sumber informasi terpercaya untuk memantau arahan dari BPBD atau BMKG. Pilihlah radio tipe hand-crank (engkol) yang tidak bergantung pada baterai sekali pakai. Dengan beberapa menit putaran manual, Anda bisa mendengar kabar terbaru mengenai titik evakuasi atau prakiraan cuaca tanpa perlu bingung mencari stopkontak.
BACA JUGA:Work from Anywhere! 5 Tablet Terbaik Awal 2026 untuk Desainer dan Penulis Digital
3. Senter LED High-Lumen dengan Fitur Strobe
Malam hari di tengah kepungan banjir tanpa cahaya adalah situasi yang sangat berbahaya. Senter LED dengan tingkat kecerahan tinggi sangat krusial untuk memantau ketinggian air atau mencari jalan saat evakuasi. Pastikan alat Anda memiliki fitur strobe (cahaya berkedip); fitur ini adalah bahasa universal untuk meminta tolong dari atap rumah atau dari kejauhan agar tim SAR dapat dengan mudah menemukan posisi Anda.
4. Peluit Elektronik atau Peluit Survival
Dalam kondisi kedinginan atau terjebak, suara manusia akan cepat serak dan tenaga akan terkuras jika terus berteriak meminta bantuan. Sebuah peluit survival bisa menghasilkan suara melengking yang menembus suara gemuruh hujan dan angin. Versi elektronik bahkan lebih unggul karena konsistensi suaranya tetap terjaga tanpa Anda harus menguras napas, sangat berguna bagi anak-anak atau lansia yang memiliki keterbatasan fisik.
5. Headlamp (Lampu Kepala)
Evakuasi saat banjir mengharuskan tangan Anda bebas untuk membawa barang, memegang tali, atau menjaga keseimbangan. Memegang senter genggam hanya akan membatasi gerak Anda. Headlamp atau lampu kepala memungkinkan cahaya mengikuti ke mana pun mata Anda memandang. Pilih yang memiliki tingkat ketahanan air (IP rating) yang baik agar tidak mati saat terkena guyuran hujan lebat.
6. Filter Air Portable (Water Purifier Gadget)
Ironi dari banjir adalah Anda dikelilingi air, tapi tidak ada satu tetes pun yang aman untuk diminum. Air bersih menjadi komoditas langka yang bisa memicu krisis kesehatan saat bencana. Gadget penyaring air portable seperti filter straw mampu mengubah air kotor menjadi air layak minum secara instan. Ini adalah alat kecil yang sering terlupakan, padahal perannya sangat vital untuk mencegah dehidrasi dan penyakit pencernaan.
7. Smartphone dengan Fitur SOS Satelit atau eSIM
Ponsel tetap menjadi alat pertahanan pertama. Di tengah ketidakpastian cuaca di Indonesia, pastikan ponsel Anda sudah terpasang aplikasi peta luring (offline) karena sinyal data sering kali hilang saat badai. Penggunaan eSIM dengan operator yang berbeda juga meningkatkan peluang Anda mendapatkan sinyal. Jika Anda memiliki budget lebih, ponsel dengan fitur kirim pesan via satelit bisa menjadi investasi nyawa yang sangat berharga saat tower BTS di sekitar Anda lumpuh total.
Menyiapkan gadget ini memang membutuhkan investasi awal, namun fungsinya jauh melampaui harganya saat nyawa menjadi taruhannya. Di tengah kondisi cuaca Indonesia yang kian ekstrem, kesiapsiagaan adalah kunci. Pastikan untuk selalu mengecek kondisi baterai secara berkala agar saat air mulai naik, gadget Anda sudah dalam posisi siap tempur.(*)
Sumber: