Harga Saham PACK Anjlok Pasca Ex-Date Right Issue, Peluang Buyback atau Jebakan?

Harga Saham PACK Anjlok Pasca Ex-Date Right Issue, Peluang Buyback atau Jebakan?

Harga Saham PACK Anjlok Pasca Ex-Date Right Issue, Peluang Buyback atau Jebakan?. Foto: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan oleh pergerakan ekstrem dari saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

Pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026, harga saham PACK yang sebelumnya bertengger di level ribuan rupiah, tiba-tiba "terjun bebas" ke kisaran Rp200 – Rp300 per lembar.

Penurunan tajam ini memicu kepanikan di kalangan investor ritel, namun bagi mereka yang memahami mekanisme pasar, fenomena ini adalah konsekuensi logis dari aksi korporasi raksasa.

Mengapa Harga Saham PACK Anjlok Drastis?

Penurunan harga saham PACK bukan disebabkan oleh kinerja keuangan yang memburuk secara mendadak, melainkan karena tercapainya tanggal Ex-Date Right Issue pada 12 Januari 2026.

BACA JUGA:Katalog Promo JSM Indomaret Terbaru 15-21 Januari 2026

Dalam aksi korporasi ini, PACK menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan rasio yang sangat fantastis, yaitu 5:102.

Artinya, setiap pemegang 5 saham lama berhak mendapatkan 102 hak untuk membeli saham baru (lewat OWK) seharga Rp100 per saham.

Karena jumlah saham baru yang diterbitkan sangat besar dibandingkan saham lama, bursa melakukan penyesuaian harga secara otomatis guna menjaga kapitalisasi pasar tetap relevan.

Berdasarkan pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), harga teoretis PACK ditetapkan di level Rp248. Jadi, penurunan dari Rp3.000-an ke Rp200-an adalah dilusi harga teoretis, bukan sekadar aksi jual masif.

BACA JUGA:Eksklusif! 90+ Kode Redeem Free Fire Hari Ini 14 Januari 2026: Diamond, Skin Senjata, Emote Langka

Analisis Strategis: Peluang Buyback?

Bagi investor yang jeli, harga di level Rp200-an pasca-dilusi bisa menjadi daya tarik tersendiri. Ada beberapa alasan mengapa ini dianggap peluang:

  • Transformasi Bisnis Menuju Sektor Hijau: PACK tidak lagi sekadar perusahaan kemasan. Dana jumbo sebesar Rp3,25 triliun dari hasil right issue ini mayoritas akan dialokasikan untuk ekspansi ke sektor pertambangan nikel dan investasi strategis lainnya.
  • Harga Pelaksanaan yang Rendah: Dengan harga pelaksanaan HMETD di Rp100, sementara harga pasar saat ini berada di atas Rp250 (per 13 Januari 2026), terdapat margin keuntungan teoretis jika investor mengeksekusi haknya.
  • Potensi Rebound Teknis: Pasca penyesuaian harga, saham yang terdilusi tajam sering kali mengalami volatilitas tinggi yang bisa dimanfaatkan oleh trader untuk melakukan scalping atau swing trading pendek.
  • BACA JUGA:Belanja Hemat! Ini Daftar Promo JSM Superindo Januari 2026 dari Makanan Segar hingga Kebutuhan Rumah Tangga

Waspada "Jebakan" Dilusi 95%

Namun, investor wajib waspada agar tidak terjebak. Risiko utama dari saham PACK saat ini adalah dilusi kepemilikan hingga 95,33%.

Jika Anda adalah pemegang saham lama dan tidak mengeksekusi hak (right) Anda, maka porsi kepemilikan Anda akan menyusut drastis, dan nilai portofolio Anda tidak akan kembali ke level semula meskipun harga saham naik secara persentase.

Selain itu, skema OWK (Obligasi Wajib Konversi) memiliki karakteristik berbeda dari saham biasa. OWK ini memberikan waktu hingga satu tahun bagi pemegangnya untuk mengonversi menjadi saham.

Sumber: