Doa-Doa Malam Nisfu Syaban: Teks Arab & Latin Lengkap

Doa-Doa Malam Nisfu Syaban: Teks Arab & Latin Lengkap

Doa-doa malam Nisfu Syaban-Foto: BersamaDakwah-rakyatcirebon.disway.id

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Malam Nisfu Syaban merupakan satu kejadian unik yang selalu ditunggu umat Muslim seantero dunia. 

Pada malam yang tepat di tanggal 15 bulan Syaban ini, orang Islam memanfaatkan waktu untuk memperbanyak permohonan, meminta pengampunan, dan berharap menerima kebaikan dari Allah SWT.

Tidak mengejutkan bila kalimat-kalimat permintaan doa untuk malam pertengahan Syaban setiap tahun jadi fokus banyak insan, terutama saat mendekati malam penuh keagungan ini.

Menurut cara tradisional, Nisfu Syaban dipahami sebagai salah satu dari saat paling pas untuk berdoa kepada Allah SWT. 

BACA JUGA:Jangan Salah Kaprah! Ini Daftar 6 Puasa yang Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Sya'ban

Sejumlah ahli agama mengatakan malam ini adalah peluang untuk menambah banyak ibadah, membaca Kitab Suci, juga menjalankan hal-hal yang disarankan. 

Di banyak daerah, orang Islam juga mengadakan doa gabungan demi meminta penjagaan, keadaan aman, dan banyaknya rezeki.

Satu dari kegiatan yang sangat biasa dikerjakan pada malam pertengahan Syaban adalah melafalkan doa spesifik yang ditemani dengan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. 

Setiap membaca satu kali dengan niat yang berbeda, yaitu meminta usia panjang, banyaknya rezeki, dan keyakinan yang kuat. 

BACA JUGA:Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Tanggal Menurut Pemerintah Dan Muhammadiyah

Selain itu, umat Muslim juga didorong untuk lebih banyak meminta ampun, shalawat, serta melakukan introspeksi diri sebagai persiapan menyambut datangnya bulan puasa.

Berikut adalah doa malam Nisfu Sya'ban untuk umat muslim seluruh dunia  yang diungkapkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani berdasarkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ  

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wat-taqwa, wa afrighi ash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti. 

Sumber: