Kenali 5 Syarat Sah Puasa yang Wajib Diketahui Setiap Muslim
Kenali 5 Syarat Sah Puasa yang Wajib Diketahui Setiap Muslim. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenamnya matahari.
Sebagai salah satu rukun Islam yang fundamental, puasa memiliki aturan main yang harus dipenuhi agar tidak sekadar menjadi kegiatan diet massal yang hampa pahala.
Di tahun 2026 ini, di mana arus informasi begitu cepat, sangat penting bagi kita untuk kembali menyegarkan ingatan mengenai dasar-dasar fikih ibadah kita.
Memahami syarat sah puasa adalah langkah awal untuk memastikan bahwa setiap tetes keringat dan rasa dahaga yang kita rasakan tercatat sebagai amal saleh di sisi Allah SWT.
BACA JUGA:Syarat Sah Puasa yang Sering Diabaikan, Nomor 3 Paling Banyak Terlewat!
Syarat sah adalah hal-hal yang menentukan apakah ibadah tersebut diakui secara syariat atau tidak. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka puasa seseorang dianggap gugur atau tidak sah.
Lantas, apa saja hal yang menjadi penentu sahnya puasa seorang Muslim? Mari kita ulas satu per satu secara mendalam.
1. Beragama Islam (Muslim)
Syarat pertama dan utama yang paling mendasar adalah beragama Islam.
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang bersifat ta'abbudi (penghambaan) yang ditujukan khusus bagi mereka yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
BACA JUGA:5 Syarat Sah Puasa Ramadhan yang Wajib Dipenuhi Agar Ibadah Diterima
Bagi seseorang yang murtad atau keluar dari agama Islam, maka ibadah puasanya secara otomatis batal atau tidak sah.
Mengapa demikian? Karena semua amal ibadah dalam Islam landasan utamanya adalah keimanan. Tanpa iman sebagai akar, buah dari ibadah tersebut tidak akan memiliki nilai di hadapan sang Pencipta.
2. Berakal Sehat (Mumayyiz/Berakal)
Islam sangat memuliakan akal manusia. Oleh karena itu, syarat sah puasa selanjutnya adalah memiliki akal yang sehat.
Orang yang sedang mengalami gangguan jiwa atau hilang ingatan tidak terkena kewajiban puasa dan puasanya pun dianggap tidak sah.
Sumber: