Datangkan Juri Level Dunia di Festival Kopi 2026 yang Digelar DKUKMPP Kota Cirebon

Datangkan Juri Level Dunia di Festival Kopi 2026 yang Digelar DKUKMPP Kota Cirebon

KOPI GRATIS. Walikota Cirebon, Effendi Edo dan jajaran forkompimda sedang mencoba kopi gratis di DKUKMPP Kota Cirebon, Rabu (21/1).-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Satu Visi Mall UKM Kopi Festival 2026 yang digelar di Kantor DKUKMPP Kota Cirebon. Peserta yang ikut dari berbagai daerah di Indonesia.

WALIKOTA Cirebon, Effendi Edo mengatakan, festival kopi yang diikuti dari Malang, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Tegal hingga wilayah Ciayumajakuning ini, menjadi momentum penting untuk merangkul generasi muda sekaligus menggerakkan sektor UMKM.

“Alhamdulillah kegiatan ini diikuti dari berbagai daerah. Ada dari Malang, Jogja, Bandung, dan lainnya. Bahkan jurinya pun berasal dari level dunia, ada yang juara dua, empat, hingga lima,” katanya.

Menurutnya, tren ngopi kini telah bergeser menjadi gaya hidup positif bagi anak muda. Jika dulu banyak yang menghabiskan waktu di tempat hiburan malam, kini mulai beralih ke aktivitas olahraga dan berkumpul di kedai kopi.

“Sekarang anak-anak muda tidak lagi ke tempat-tempat yang tidak karuan, tapi ngopi bareng. Ini momen penting yang pemerintah lakukan untuk merangkul generasi muda,” ujarnya.

Edo menilai, kopi bukan sekadar tren konsumsi, melainkan sudah menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di Kota Cirebon. Kedai-kedai kopi tumbuh pesat, menciptakan ruang kreativitas, lapangan kerja, serta wadah diskusi masyarakat.

“Kita tidak boleh melihat kopi hanya sebatas tren. Kita harus membangun ekosistem industri yang kokoh, khususnya untuk UMKM,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi adanya kegiatan edukatif dalam festival, seperti Talkshow Literasi Keuangan bersama Bank Indonesia dan OJK, Workshop V60, Espresso, hingga Ciremai Coffee Talk. Sebutnya, UMKM yang kuat adalah yang melek finansial, mampu mengelola modal, serta siap bertransformasi digital.

“Saya ingin Mall UMKM menjadi rumah inovasi. Jangan berhenti belajar, kolaborasi adalah kunci. Pemerintah Kota Cirebon akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari dan merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas kopi, khususnya Kedai Kopi Satu Visi.

“Event ini non-APBD. Arahan pak Wali jelas, jangan berhenti hanya karena tidak ada anggaran. Alhamdulillah Kedai Kopi Satu Visi mengajak kolaborasi dan menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia,” jelas Iing.

Selain lomba, Iing menyampaikan, festival tersebut menjadi transfer pengetahuan tentang perkopian dari hulu ke hilir karena pihaknya juga mengajak Bank Indonesia untuk berkolaborasi dengan produsen kopi agar produksi kopi dari Kuningan dan Majalengka bisa dipasarkan melalui Kota Cirebon.

“Cirebon tidak punya lahan produksi kopi, tapi punya potensi besar sebagai hub marketing. Petaninya di Kuningan dan Majalengka, kami bantu pemasarannya di Kota Cirebon,” ujarnya.

Iing menambahkan, pertumbuhan tenant kopi di Kota Cirebon cukup signifikan dan menjadi peluang besar bagi anak muda. Kopi kini telah menjadi gaya hidup sekaligus media komunikasi sosial.

“Goal kami, UMKM kopi bisa berkembang dan menggerakkan roda perekonomian Cirebon dan sekitarnya. Kota Cirebon kami dorong menjadi pusat pemasaran kopi,” pungkasnya. (*)

Sumber:

Berita Terkait