Mengenal Fenomena Pink Moon: Asal-usul Nama dan Makna di Baliknya

Mengenal Fenomena Pink Moon: Asal-usul Nama dan Makna di Baliknya

Mengenal Fenomena Pink Moon. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Fenomena langit selalu memiliki daya tarik tersendiri, terutama saat bulan purnama menyapa dengan sebutan yang unik.

Salah satu yang paling dinanti setiap tahunnya adalah Pink Moon.

Bagi para pengamat langit dan pecinta astronomi, Pink Moon bukan sekadar fenomena optik biasa.

Ini adalah momen di mana posisi bulan berada pada titik yang sangat ideal untuk diamati, memberikan cahaya yang lebih terang dan ukuran yang tampak sedikit lebih besar dari biasanya.

BACA JUGA:Cek Promo Indomaret Hari Ini 28 Maret 2026: Diskon Susu Anak & Pampers Mulai Rp40 Ribuan

Namun, sebelum Anda menyiapkan teropong untuk mencari warna pink di permukaan bulan, mari kita luruskan terlebih dahulu miskonsepsi yang sering terjadi.

Asal-usul Nama Pink Moon

Nama "Pink Moon" sebenarnya tidak merujuk pada perubahan warna fisik bulan.

Secara astronomis, bulan tetap akan berwarna putih terang atau kekuningan seperti bulan purnama pada umumnya.

Nama ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika, khususnya suku Algonquin, yang memberikan nama pada setiap bulan purnama berdasarkan perubahan musim di alam.

BACA JUGA:5 Rekomendasi Saham di bawah Rp100.000, Cocok untuk Investor Muda!

Pink Moon adalah sebutan untuk bulan purnama yang terjadi di bulan April. Nama ini diambil dari tumbuhan Phlox subulata, atau yang lebih dikenal sebagai moss pink atau wild ground phlox.

Tumbuhan ini adalah salah satu bunga pertama yang mekar di musim semi di wilayah Amerika Utara.

Hamparan bunga merah muda yang menutupi tanah saat bulan purnama April muncul inilah yang menginspirasi penamaan tersebut.

Selain Pink Moon, fenomena ini juga dikenal dengan nama lain di berbagai budaya, seperti:

Sumber: