SPPG Kejaksan-Kesenden Distribusikan MBG Sambil Kenalkan Budaya

SPPG Kejaksan-Kesenden Distribusikan MBG Sambil Kenalkan Budaya

Petugas SPPG Kejaksan-Kesenden mendistribusikan MBG ke SDN Kusnan dengan mengenakan baju adat, Rabu (01/04). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kreatif membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengenakan baju adat tradisional. 

 

Rabu (01/04) pagi, petugas dari SPPG Kejaksan-Kesenden di Kota Cirebon mendistribusikan paket MBG dengan stelan yang berbeda.

 

Saat tiba di SDN Kusnan, salahsatu titik distribusi SPPG Kejaksan-Kesenden, kedatangan armada pengangkut sudah diserbu oleh para siswa sejak baru sampai di gang menuju sekolah. 

 

BACA JUGA:Jadwal Liga 1: Persib Bandung dan Borneo FC Hadapi Tim Papan Bawah, Persija Jakarta Hadapi Lawan Kuat

 

Para siswa mengerubuti mobil yang mengangkut ratusan paket makan bergizi untuk mereka santap. Mereka bahkan ikut mendorong mobilnya, seakan-akan tak sabar ingin mobil tersebut segera sampai di sekolah dan menurunkan titipan paket dari Pemerintah untuk mereka. 

 

Saat tiba di area sekolah, empat orang petugas terlihat turun, dengan ssigap membuka pintu belakang, dan langsung mengangkut tumpukan paket MBG. 

 

Para siswa pun seperti terkaget, karena empat petugas yang turun berpakaian adat, layaknya punggawa di sebuah kerajaan. 

 

Mereka terlihat mengenakan kain sarung batik motif Paksi Naga Liman, baju adat berwarna hitam lengkap dengan peci blangkon yang orang Cirebon akan langsung tahu itu adalah khas Benda. 

 

BACA JUGA:Bunda PAUD Kota Cirebon Ajak Guru TK Perkuat Pendidikan Usia Dini

 

Satu persatu tumpukan 'ompreng' MBG mereka turunkan ke selasar sekolah, sejumlah petugas di SDN Kusnan terlihat sibuk menggelar tikar di halaman, dan ternyata, setiap hari-hari tertentu, termasuk pada hari Rabu ini, di sekolah tersebut para siswa menyantap MBG secara berjamaah, lesehan di halaman sekolah tepat di jam istirahat,

pukul 10.00 WIB. 

 

Kepala SPPG Kejaksan-Kesenden, Igo Prasetia mengungkapkan, selain konsisten melaksanakan tugas negara, menyediakan dan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis kepada para siswa, SPPG yang dipimpinnya juga ingin bisa berkontribusi lebih jauh, salah satunya dengan menerapkan kebijakan berseragam dengan baju adat khas Cirebon. 

 

Kebijakan ini, lanjut Igo, merupakan bentuk penghormatan kepada kearifan lokal di Cirebon, dimana dengan dikenakan para petugas, secara tidak langsung adalah untuk mengenalkan kelayaan budaya kepada para sissiswa. 

"Karyawan kita pakai baju adat dan blangkon khas Benda, tadi juga banyak siswa yang tanya, itu baju apa, dan sambil melakukan distribusi sedikit demi sedikit kita jelaskan," ungkap Igo. 

 

BACA JUGA:Samsung Hadirkan Fitur 'AirDrop' ke HP Galaxy Lama, Ini Daftar Perangkatnya!

 

SPPG Kejaksan-Kesenden, kata Igo, menerapkan kebijakan bahwa para karyawan yang bertugas, diwajibkan mengenakan bajunadat setia hari Rabu dan Sabtu. 

 

"Untuk hari Sabtu kita kirim sekolah-sekolah yang masuk saja. Jadi kita ingin menonjolkan ikon daerah, menghargai kearifan lokal dan mengangkat budaya. Kita kan kirim ke sekolah yang mayoritas SD, supaya mereka tahu dan paham budaya Cirebon," jelas Igo. 

 

Untuk SPPG Kejaksan-Kesenden ini, ditambahkan Igo, saat ini dalam satu hari menyiapkan 2.999 paket MBG, yang didistribusikan kepada delapan sekolah. 

 

BACA JUGA:Jadwal Persib Bandung: April 2026, Hadapi Semen Padang, Bali United, Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC

 

Lima sekolah SD, yakni SDN Kusnan, SDN Kesenden, SDN Samadikun, SDN Kebon Melati I, SDN Kebon Melati II. 

Satu TK, yakni TK Roudlotul Muntaha, dan dua SMP, yakni SMPN 2 dan SMPN 5 Kota Cirebon. "Kita menyiapkan 2.999 paket per hari, untuk delapan sekolah, dan termasuk saat ini ada Posyandu setiap hari di 2 RW," kata Igo. (sep)

Sumber: