RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Jelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai mengawal kepatuhan para pengusaha dalam membayar kewajiban kepada karyawan, yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). Pihaknya juga memberi kabar cashflow Pemkab dalam kondisi baik, sehingga THR aparatur sipil negara (ASN) sekaligus TPP, telah dipersiapkan pekan ini, menjelang Hari Raya Idulfitri. Clear, tanpa pinjaman Bank.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat diwawancara usai kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Kabupaten Kuningan di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin sore (9/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, yang juga menjabat sebagai penasihat Kapolri di bidang ketenagakerjaan.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah mulai menerbitkan surat edaran kepada para pengusaha agar memenuhi kewajiban pembayaran THR kepada karyawan. Sosialisasi biasanya dilakukan sekitar sepekan sebelum Lebaran.
“Biasanya minggu ini kita keluarkan surat pemberitahuan atau surat edaran kepada para pengusaha untuk memberikan hak kepada para pekerja. Menjelang H-7 Lebaran kita sosialisasikan,” ujar Dian.
Selain itu, Pemkab Kuningan juga menyiapkan pembayaran THR bagi ASN berupa gaji ke-14 dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Proses pencairannya menyesuaikan dengan pengajuan administrasi dari masing-masing perangkat daerah.
Menurut Dian, pemerintah daerah tetap menjaga pengelolaan keuangan agar arus kas tetap sehat, termasuk dengan melakukan pengetatan belanja.
“Alhamdulillah dana untuk THR sudah kita siapkan. Kita juga menjaga cash flow agar tetap stabil sehingga tidak perlu melakukan pinjaman ke bank,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea juga memberikan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam membuka peluang investasi guna memperluas lapangan kerja.
Bupati Dian menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan kawasan industri seluas sekitar 200 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan. Kawasan tersebut diprioritaskan berada di wilayah Kuningan timur agar tidak mengganggu kawasan tangkapan air.
“Kita sudah siapkan kawasan industri sekitar 200 hektare yang tersebar di Kabupaten Kuningan. Yang pasti jauh dari catchment area dan fokusnya di wilayah Kuningan timur,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang Lebaran masih dalam kondisi aman. Pemkab Kuningan bahkan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) kegiatan sejenis operasi pasar di 15 titik wilayah untuk menjaga stabilitas harga.
“Harga masih relatif terkendali. Memang ada kenaikan pada daging sapi, biasanya sekitar Rp120 ribu sekarang sekitar Rp140 ribu per kilogram, tapi dibanding daerah lain masih dalam kondisi yang sama,” ungkap Dian.
Menjelang arus mudik Lebaran, Pemkab Kuningan juga terus memperbaiki infrastruktur jalan. Saat ini sekitar 120 ruas jalan kabupaten sedang diperbaiki secara bertahap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Menurut Dian, perbaikan dilakukan secara bertahap karena panjangnya jaringan jalan kabupaten mencapai ratusan kilometer serta dipengaruhi kondisi cuaca yang masih sering turun hujan.