DPPKBP3A Gandeng IBI Cegah Stunting

Jumat 12-06-2026,21:53 WIB
Reporter : Zezen Zaenudin Ali
Editor : Rifki Nurcholis

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Anggaran pencegahan stunting di Kabupaten Cirebon pada tahun 2026 terpaksa dihapus. Terkena imbas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Ditahun sebelumnya program tersebut masih ada. 

Anggarannya dialokasikan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon.

Meski demikian, upaya penanganan dan pencegahan stunting tetap berjalan. Lewat program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Dilaksanakan secara kolaboratif bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Cirebon.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Yati Fironike SST SKM MM mengatakan, program Genting menjadi salah satu solusi agar intervensi terhadap keluarga berisiko stunting tetap dapat dilakukan meskipun tanpa dukungan anggaran pemerintah.

"Ini kolaborasi antara DPPKBP3A dengan IBI Cabang Kabupaten Cirebon. Para bidan menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting," kata Yati, Jumat 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, para bidan memberikan dukungan kepada 50 keluarga berisiko stunting. Terdiri dari ibu hamil dan bayi di bawah usia dua tahun (baduta). Bantuan diberikan dalam bentuk makanan tambahan, susu, maupun kebutuhan gizi lainnya sesuai kebijakan masing-masing bidan.

Dana bantuan tersebut berasal dari iuran para anggota IBI. Awalnya, program hanya menargetkan 42 penerima manfaat. Namun, berkat partisipasi para bidan, jumlah penerima bantuan meningkat menjadi 50 keluarga.

"Target awalnya 42 orang, tetapi ternyata teman-teman bidan mampu memberikan bantuan kepada 50 orang. Bantuan diberikan minimal selama empat bulan," ujarnya.

BACA JUGA:Bantu Penanganan Stunting di Kota Cirebon, Siti Farida Terima Bantuan dari Indomaret

Program tersebut mulai berjalan sejak pertengahan Mei 2026. Diharapkan dapat terus berlanjut secara bertahap melalui kolaborasi berbagai pihak.

Selain IBI, DPPKBP3A juga menggandeng sejumlah lembaga lain. Seperti Rumah Zakat, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam upaya pencegahan stunting.

"Biasanya ada bantuan berupa telur dan makanan bergizi lainnya. Kami mengajak banyak pihak untuk berkolaborasi agar semakin banyak keluarga yang bisa dibantu," jelasnya.

Yati menegaskan, bantuan melalui program Genting berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan dari pemerintah. Karena itu, penerima bantuan dipastikan tidak mengalami tumpang tindih.

"Kalau PMT Pemulihan berbeda dengan MBG. Penerima program Genting juga dipastikan bukan penerima MBG, sehingga tidak ada tumpang tindih bantuan," tegasnya.

Sebanyak 50 penerima manfaat program Genting tersebut tersebar di 11 ranting IBI Kabupaten Cirebon. Yakni Ranting Cirebon, Palimanan, Sindanglaut, Astanajapura, Babakan, Ciledug, Arjawinangun, Mitra Plumbon, RSUD Waled, RSUD Arjawinangun, dan RS Mitra Plumbon.

Kategori :