Masukkan potongan daging ke dalam wadah plastik kedap udara (thinwall) yang rapat atau gunakan plastik khusus freezer klip (ziplock).
Jika memungkinkan, gunakan mesin kemasan vacuum sealer untuk menyedot seluruh udara keluar dari dalam kantong pembungkus.
4. Atur Suhu Kulkas dan Freezer Secara Tepat
Kunci utama agar daging sapi awet berbulan-bulan tanpa timbul bau tidak sedap berada pada pengaturan suhu tempat penyimpanan.
- Penyimpanan Jangka Pendek (Chiller): Jika daging akan dimasak dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari ke depan, simpan di area chiller dengan suhu sekitar 0°C hingga 4°C.
- Penyimpanan Jangka Panjang (Freezer): Jika daging ingin disimpan hingga kurun waktu 3 sampai 6 bulan, simpan di dalam freezer dengan suhu minimal -18°C atau lebih dingin. Pastikan suhu freezer selalu stabil dan tidak sering mengalami kenaikan suhu.
5. Beri Label Tanggal Penyimpanan
Menyimpan stok bahan makanan yang terlalu banyak sering kali membuat kita lupa kapan bahan tersebut pertama kali dimasukkan.
Daging sapi yang tersimpan terlalu lama melampaui batas ideal akan mengalami penurunan kualitas rasa dan aroma.
Solusi yang Benar:
Tempelkan stiker label pada setiap wadah pembungkus daging. Tuliskan tanggal pertama kali daging dimasukkan serta jenis potongan daging tersebut, lalu terapkan prinsip First In, First Out (FIFO) saat hendak mengolahnya.
6. Lakukan Proses Thawing yang Higienis Sebelum Dimasak
Cara mencairkan daging beku dari freezer juga memegang peranan penting dalam mencegah munculnya bau amis dan perkembangbiakan mikroba.
Solusi yang Benar:
Pindahkan wadah daging beku dari freezer ke dalam rak chiller bawah satu hari (12–24 jam) sebelum diolah agar es mencair secara perlahan. Hindari merendam daging beku secara langsung di dalam air panas atau membiarkannya terbuka begitu saja di suhu ruang.
Dengan mempraktikkan teknik penyimpanan yang tepat di atas, kualitas serat, warna alami, serta kesegaran daging sapi Anda akan tetap terjaga sempurna tanpa menimbulkan bau amis yang mengganggu. (*)