Longsor, BPBD Gerak Cepat Tangani Akses Jalan Cipakem-Pakulahan

Longsor, BPBD Gerak Cepat Tangani Akses Jalan Cipakem-Pakulahan

Longsor, BPBD Gerak Cepat Tangani Akses Jalan Cipakem-Pakulahan.-Foto : -Pusdalops BPBD

KUNINGAN, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Tebing kebun milik warga di Dusun Kemis, Blok Pakulahan, RT 015/RW 005, Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan longsor dan menutup akses jalan penghubung Cipakem-Pakulahan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 11 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat sejak Selasa siang hingga malam hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP, menjelaskan longsor berasal dari tebing kebun milik warga.

“Material longsoran menutup badan jalan sehingga sempat mengakibatkan akses jalan Cipakem menuju Pakulahan tidak dapat dilalui beberapa jam,” jelas Indra Bayu.

Ia menyebutkan ukuran longsoran diperkirakan memiliki panjang sekitar 25 meter, tinggi 20 meter dan lebar sekitar 8 meter. Akibat kejadian tersebut, akses jalan sempat tertutup material tanah sepanjang sekitar 25 meter.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kondisi tebing yang curam dan tanah yang labil membuat lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Menindaklanjuti kejadian itu, aparat desa bersama unsur Kecamatan, TNI, Polri, Dinas PUTR dan BPBD Kabupaten Kuningan langsung melakukan penanganan darurat. BPBD juga mengirimkan tim assessment untuk melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.

“Pemerintah desa bersama masyarakat juga memasang rambu pembatas jalan serta melakukan gotong royong membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan,” ujarnya.

Saat ini akses jalan dilaporkan sudah dapat kembali dilalui kendaraan setelah dilakukan pembersihan material secara manual oleh warga dan aparat setempat.

Meski demikian, BPBD Kuningan menilai kondisi tebing masih berpotensi longsor susulan sehingga diperlukan penanganan lanjutan menggunakan alat berat atau ekskavator untuk menstabilkan lereng.

Indra Bayu juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di wilayah rawan longsor di musim penghujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor, terutama saat curah hujan tinggi,” pungkasnya. (Bud)

Sumber: