Pembangunan di Desa Paniis, Jalan Usaha Tani Permudah Akses Petani

Pembangunan di Desa Paniis, Jalan Usaha Tani Permudah Akses Petani

3 Tahun dalam kondisi baik, Jalan Usaha Tani di Blok Siemas Desa Paniis permudah akses petani.-(Bubud Sihabudin - -Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Pemerintah Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, terus menunjukkan progres pembangunan yang signifikan, baik di sektor fisik maupun non fisik. Di bawah kepemimpinan Kuwu Raski Baskara, pembangunan desa dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.

Pada sektor fisik, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi salah satu program unggulan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani. JUT di Blok Si Emas telah rampung 100 persen sebagai lanjutan program dari pemerintahan sebelumnya. Sementara itu, pembangunan JUT di Blok Si Badak saat ini masih dalam tahap pembentukan dan pengerasan badan jalan.

Ketua RT 02 RW 02 Dusun Wage, Akur, mengungkapkan pembangunan JUT membawa perubahan besar bagi warganya. Ia menyebut, sebelum rampungnya akses jalan tersebut, petani harus mengangkut hasil panen secara manual dengan beberapa ratus meter.m di Blok Si Emas.

“Alhamdulillah sekarang mah terasa sekali. Dulu angkut gabah bisa sampai 500 meter dipanggul, sekarang kendaraan sudah bisa masuk, ke titik paling jauh area pesawahan luas,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (27/3/2026).

Tak hanya memudahkan distribusi hasil panen, pembangunan JUT juga berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian. Dengan dukungan sistem irigasi dari sumber mata air, petani kini dapat melakukan panen hingga 3 kali dalam setahun, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya dua kali akibat keterbatasan air.

Selain JUT, pembangunan pipanisasi dan saluran drainase di lingkungan permukiman juga dinilai efektif. Pipanisasi mempermudah warga memperoleh akses air bersih, serta pembangunan drainase mampu mengatasi persoalan banjir yang sebelumnya kerap dikeluhkan warga di sejumlah titik. Akur menambahkan, kini genangan air di permukiman sekitar RT 02  sudah jauh berkurang setelah dilakukan pembangunan gorong-gorong.

Sementara itu, Kepala Dusun Wage, Tati Sumiati, menegaskan  pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah desa sangat membantu aktivitas masyarakat. Ia menyebut JUT dan sistem pipanisasi air bersih sebagai dua program yang paling dirasakan manfaatnya.

“Untuk petani sangat membantu karena pengangkutan gabah jadi lebih mudah. Air juga sekarang sudah dipipanisasi dari mata air, dikelola desa, dan biayanya lebih terjangkau dibanding PDAM,” jelasnya.

Ia menyebut, layanan air bersih tersebut kini telah menjangkau ratusan kepala keluarga di wilayahnya, dengan sistem pembayaran berdasarkan pemakaian yang relatif ringan bagi masyarakat.

Di sisi lain, pembangunan non fisik juga menjadi perhatian serius pemerintah desa. Salah satunya melalui peningkatan honorarium bagi RT, RW, dan anggota LINMAS. Honor yang sebelumnya hanya sekitar Rp50 ribu per bulan kini meningkat menjadi sekitar Rp200 ribu per bulan. Selain itu, operasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga mengalami kenaikan signifikan dari sekitar Rp26 juta per tahun menjadi Rp56 juta per tahun.

Pemerintah desa juga memberikan dukungan penuh terhadap operasional mobil siaga, termasuk pembiayaan BBM dan perawatan yang ditanggung oleh anggaran desa, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan tersebut secara gratis.

Tak hanya itu, perhatian terhadap generasi muda juga diwujudkan melalui program beasiswa bagi anak berprestasi dan kurang mampu, yang jumlah penerimanya terus meningkat setiap tahun.

Dukungan masyarakat terhadap program pembangunan desa pun semakin menguat. Warga menilai, berbagai program yang dijalankan telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Warga berharap Pemerintah Desa Paniis dapat terus melanjutkan program dan pembangunan,  semakin optimal ke depannya, seiring dengan potensi besar yang dimiliki desa, khususnya di sektor pertanian dan sumber daya alam.

Sumber: tim liputan rakyat cirebon