Rawan Curanmor, Warga Sidamukti Perketat Siskamling

Rawan Curanmor, Warga Sidamukti Perketat Siskamling

WASPADA. Warga Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka memperketat siskamling, setelah marak kejadian begal dan curanmor di wilayah tersebut.--

RAKYATCIREBON.ID, MAJALENGKA - Tindak kriminalitas terutama curanmor di sekitar Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka terjadi beberapa hari terakhir. Seperti yang menimpa Lia, yang nyaris jadi korban pembegalan dan terbaru Heri Bagja Gunawan yang kehilangan sepeda motor RX King dengan Nopol E 4467 UV warna biru, saat diparkir di halaman rumahnya.

Hal tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan dengan menambah jumlah warga siskamling. Ketua BPD Sidamukti Wawan Sumarwan membenarkan dua kejadian kriminalitas berupa pembegalan dan curanmor di desanya. Bahkan kejadian tersebut hanya berselang sekitar 2 hari dari peristiwa sebelumnya.

Sehingga pihaknya bersama masyarakat sepakat untuk menambah jumlah petugas siskamling, termasuk menambah jumlah pos ronda guna meminimalisasi kejadian serupa maupun potensi kejahatan lainnya.

Peristiwa curanmor terjadi Jumat (13/5) saat korban memarkirkan di halaman rumahnya saat salat Jumat, dan diketahui hilang saat korban pulang salat Jumat. Padahal kondisi rumah sendiri saat ditinggalkan ada ibunya yang tengah sibuk memasak.

Sebelum kejadian, korban sempat melihat ada orang tidak dikenal yang mencoba masuk rumahnya. Bahkan orang tersebut berhasil membuka pagar rumah, namun akhirnya keluar dan lari saat mendengar ibunya yang hendak ambil air wudhu.

“Karena sudah dua kali kejadian, maka kami bersepakat untuk memperketat penjagaan di desa terutama saat malam hari melalui siskamling ini,” ucapnya.

Sementara itu, Heru mengaku saat malam sebelum kejadian dia mengaku melihat ada orang tidak dikenal yang mencoba masuk dan membuka pagar rumahnya. Namun karena takut, dia tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa memperhatikan. Sementara orang tidak dikenal tersebut kemudian lari setelah ibunya pergi untuk ambil air wudhu.

“Sebenarnya saya lihat dan sempat mendengar suara pagar dibuka, namun mau keluar saya takut. Jadi saya cuma bisa memperhatikan orang tersebut yang menggunakan penutup kepala dan menggunakan masker hitam sehingga tidak jelas wajahnya,” pungkasnya. (pai)

 

 

 

Sumber: