Yamaha_detail

Ternak Terkena PMK Tembus Ribuan

Ternak Terkena PMK Tembus Ribuan

SEMAKIN BERTAMBAH. Wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kabupaten Kuningan, kembali mengalami lonjakan cukup signifikan.--

RAKYATCIREBON.ID, KUNINGAN- Wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kabupaten Kuningan, kembali mengalami lonjakan cukup signifikan. Bahkan tingkat sebaran kasusnya meluas hingga 17 kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Tercatat, total kasus dari 17 kecamatan mencapai 1.525 ekor hewan ternak baik sapi maupun kerbau. Hanya saja, jumlah kerbau yang terindikasi wabah PMK baru berjumlah 2 ekor.

Paling mendominasi masih berada di Kecamatan Cigugur berjumlah 1.368 kasus. Paling tinggi menyerang sapi perah mencapai 1.365 ekor, sedangkan sapi potong hanya 158 ekor.

Juru Bicara Satgas Penanganan PMK Kabupaten Kuningan, drh Rofiq menerangkan, wabah PMK sejak sebulan terakhir meluas hingga di 17 kecamatan. Namun paling tinggi kasusnya masih berada di Kecamatan Cigugur dengan total 6 desa.

“Jadi 90 persen dari total kasus itu paling mendominasi di wilayah Cigugur. Kalau sisanya itu tersebar di 16 kecamatan lain dengan jenis sapi potong, adapula 2 ekor kerbau,” sebutnya, kemarin.

Menurutnya, kondisi sapi potong maupun kerbau yang terindikasi terpapar wabah PMK sudah berangsur membaik. Termasuk kasus pertama yang diketahui menyerang 7 ekor sapi, kondisinya kini sudah sembuh.

“Kemudian kabar baiknya, sudah ada 294 ekor sudah dinyatakan sembuh dari total 1.525 kasus. Sementara kasus kematian akibat wabah PMK sejumlah 35 ekor, ditambah 75 ekor yang terpaksa dipotong bersyarat,” ungkapnya.

Dia merinci, sebaran kasus di 17 kecamatan itu di antaranya yaitu Cigugur, Kuningan, Cilebak, Garawangi, Cibeureum, Luragung, Cibingbin, Cilimus, dan Subang. Selanjutnya di Cigandamekar, Kadugede, Kramatmulya, Cidahu, Lebakwangi, Ciawigebang, Cimahi, serta Kalimanggis.

“Total kasus sendiri tersebar di 33 desa, namun sebanyak 10 desa di antaranya dinyatakan bebas PMK. Sebab seluruh hewan ternak yang terindikasi PMK sudah sembuh,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku, telah melakukan berbagai upaya penanganan dan pencegahan agar wabah PMK tidak semakin meluas. Yakni mulai dari pembentukan satgas penanganan PMK, sosialisasi ke seluruh peternak, penerapan lock down hingga pemberian obat-obatan kepada para peternak di Kuningan.

“Hanya kendala yang kami hadapi sekarang adalah ketersediaan obat-obatan yang sudah kosong. Atas kondisi ini, kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke pusat dan provinsi, mudah-mudahan segera ditanggapi,” ungkapnya.

Semenyara Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengatakan, rencana vaksinasi hewan ternak sapi ini merupakan program nasional dari pemerintah pusat. Acep pun berharap kegiatan vaksinasi bisa dilaksanakan secepatnya untuk mencegah semakin banyak sapi ternak di Kabupaten Kuningan yang menjadi korbannya.

"Yang terbaru kita mendapat arahan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Insya Allah dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk hewan ternak sapi. Informasinya vaksin tersebut sudah tiba di Indonesia, mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan penyuntikan vaksin tersebut sehingga penyebaran penyakit PMK di Kabupaten Kuningan khususnya bisa segera berakhir," ujar Acep.

Acep mengatakan, dengan kegiatan vaksinasi massal tersebut diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan wabah PMK yang hingga saat ini belum ada obatnya tersebut. Terlebih saat ini stok obat-obatan dan vitamin yang dimiliki Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Kuningan saat ini sudah kosong. (bud)

Sumber:

Berita Terkait