Yamaha_detail

Cegah Rob, BBWS CC Bakal Bangun Tanggul di Pesisir Cirebon

Cegah Rob, BBWS CC Bakal Bangun Tanggul di Pesisir Cirebon

BANJIR ROB. Suasana kampung Kesunean Selatan, Keluarahan Kasepuhan, Kota Cirebon saat terkena rob. Air laut pasang masuk melaui drainase warga.--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon dua pekan terakhir jadi perhatian Kementerian PUPR. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, tanggul penahan rob bakal dibangun di pesisir Kecamatan Mundu dalam waktu dekat. 
 
Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dr Ismail Widadi ST MSc membenarkan, rencana pembangunan tanggul tersebut merupakan percontohan penahan rob sekaligus mencegah abrasi sungai. Lokasinya di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 
 
"Untuk mengantisipasi rob, kami coba kebetulan di lokasi itu dikunjungi presiden (April 2022). Lokasinya di Mundu," ujar Ismail Widadi, Selasa (7/6).
 
Menurut Ismail, pembangunan tanggul diprioritas di titik muara. Membentang sepanjang 250 meter. "Dengan ketinggian sesuai gelombang air laut," katanya.
 
 
Nantinya, efektivitas pembangunan tanggul bakal dikaji. Jika dirasa cukup ampuh menghalau rob, maka secepatnya direplikasi untuk dibangun di wilayah pesisir lain. Termasuk pesisir Kesunean, Kota Cirebon yang belum lama ini terkena rob.
 
"Kita lihat dulu di Mundu keberhasilannya. Kalau dinamikanya tinggi kita datangkan ahli. Kita disain dengan sebaik-baiknya," jelas dia.
 
Ismail mengatakan, BBWS Cimanuk-Cisanggarung terbuka dengan aduan masyarakat yang terkena dampak daya rusak air. Terutama di sekitar sungai, bendungan, maupun pesisir. "Kita peduli semua permintaan masyarajat kita tindak lanjuti," katanya. 
 
 
Hanya saja, tingkat kerusakan masing-masing titik berbeda. Dinamika geologinya pun tak sama. Sehingga berdampak pada waktu penanganan. "Ada yang mudah kami bisa gerak cepat. Ada yang setengah sulit, ada yang sulit. Penangangannya tidak sama," pungkasnya.
 
Sementara itu, Ketua RW 09 Kesunean Selatan Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, Pepep Nurhadi mengatakan, lokasi kampung Kesunean bebatasan dengan Muara Sungai Kriyan. Ada dua bencana banjir yang rutin dialami warga.
 
Pertama rob air laut. Penyebabnya air laut pasang yang masuk pemukiman melalui drainase warga. Pepep mengatakan, air limbah rumah tangga dialirkan langsung ke laut. "Jadi kalau air laut pasang itu masuk tembus lewat drainase," kata Pepep. 
 
 
Dia menganalisa, solusi dari banjir akibat rob dapat ditanggulangi dengan pemasangan pintu air klep. Dimana air limbah rumah tangga tetap bisa dialirkan ke laut. Namun ketika laut pasang tidak bisa masuk pemukiman karena tertahan pintu air. 
 
"Menurut saya yang dibutuhkan itu pintu air klep. Jumlah saluran warga yang mengalir ke laut di RW Kesunean Selatan itu ada 4. Jadi butuh 4 pintu klep," jelas Pepep.
 
Banjir kedua bersumber dari luapan Sungai Riyan saat debit air tinggi karena hujan lebat di wilayah hulu. Tanggung sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluber ke pemukiman warga. 
 
 
Pepep mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melaporkan kejadian rob dan banjir akibat luapan Sungai Kriyan ke berbagai instansi pemerintah. Namun belum ada satupun yang mampu menelurkan kebijakan yang membuat warga bebas dari banjir. (wan)

Sumber: