Guru dan Siswa SMPN 13 Kota Cirebon Berduka, Korban Sudah Latihan dan Siap Tampil di Pensi

Guru dan Siswa SMPN 13 Kota Cirebon Berduka, Korban Sudah Latihan dan Siap Tampil di Pensi

SMPN 13 Kota Cirebon, guru dan siswanya sedang berduka karena salah satu siswa dan orangtuanya meninggal karena kecelakaan tragis.--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Keluarga besar SMPN 13 Kota Cirebon, berduka atas kejadian kecelakaan yang menimpa Dafa, salah satu siswanya, Rabu, 8, Maret 2023.

Kecelakaan di Jalan Raya Samadikun, Kota Cirebon itu menyebabkan Dafa dan sang ayah meninggal dunia di tempat kejadian setelah sepeda motor mereka dihantam Bus Setia Negara.

Saat kejadian tersebut atau pukul 06.15 WIB, Dafa diantar ayahnya untuk pergi ke sekolah. Ini adalah kebiasaan rutin yang dilaksanakan setiap harinya.

Pihak sekolah melalui Bidang Kesiswaan, Yanuar Rosidin mengaku mengenal Dafa sebagai sosok siswa yang baik dan rajin.

"Dafa ini kelas IX C, setiap pagi memang diantar orang tuanya. Anaknya rajin dan kompak dengan teman-temannya," katanya, kepada radarcirebon.com.

BACA JUGA: Antar Anak Berangkat Sekolah, Ayah dan Anaknya Ini Meninggal Ditabrak Bus

Pihak sekolah mengetahui kabar tersebut pagi tadi, kemudian mengecek ke sejumlah rumah sakit di RS Pelabuhan dan IGD RSD Gunung Jati.

Ternyata di UGD tidak ada dan sudah di kamar jenazah. Sehingga sempat juga melihat.

"Saya ikut sedih. Mudah-mudahan dikuatkan keluarganya, ibu dan adik-adiknya," kata dia.

Bahkan, di sekolah juga sempat dilaksanakan doa bersama untuk almarhum Dafa dan keluarganya.

Dafa Akan Tampil di Pensi

Yanuar juga menyampaikan, sebenarnya Dafa hari ini akan tampil di Pensi bersama teman-teman kelasnya. Mereka sudah menyiapkan penampilan tari-tarian untuk ditampilkan di acara tersebut.

"Teman-temannya sangat sedih. Mereka ini sudah bikin formasi, sudah latihan dan teman-temannya juga menunggu. Ternyata Dafa kecelakaan," tuturnya.

Seperti diketahui, kecelakaan memilukan terjadi di Jalan Raya Samadikun, Kota Cirebon, pagi hari ini sekitar pukul 06.15 WIB.

Korban adalah ayah dan anak yang sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah, lalu ditabrak oleh bus dengan kecepatan tinggi.

BACA JUGA: Bus Tabrak Motor di Jalan Samadikun Terekam CCTV, Duh Mengerikan!

Kendaraan yang terlibat adalah Bus Setia Negara nopol E 7742 YC dan sepeda motor nopol E 6979 CL.

Berdasarkan kronologi yang dirilis kepolisian, kendaraan jenis bus datang dari arah selatan menuju utara atau dari arah Jalan Sisingamangaraja menuju jalan Pangeran Dipenogoro.

Nah, saat tiba di titik kejadian, pengemudi bus berusaha menyalip sepeda motor yang ada di depannya dengan arah yang sama.

Untuk nyalip sepeda motor yang tidak diketahui nomor polisinya itu, pengemudi bus mencoba mengarahkan kendarannya ke jalur kanan.

Beberapa saat kemudian, bus tidak terkendali dan mengalami oleng sehingga menabrak sepeda motor nopol E 6979 CL dari arah berlawanan.

Kasatlantas Polres Cirebon Kota AKP Triyono mengatakan, korban meninggal di lokasi kejadian.

"Berdasarkan dari saksi, korban (pengendara) roda dua tersebut meninggal di TKP," katanya.

Menurut AKP Triyono, Bus Setia Negara yang dikemudikan oleh S, warga Kabupaten Cirebon berusia 48 tahun, melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

"Berasarkan pantauan CCTV, kendaraan bus (melaju) dengan kecepatan yang cukup tinggi," kata AKP Triyono.(rdh)

Sumber: