Yamaha_detail

Rela Antre Demi Minyak Goreng Curah

Rela Antre Demi Minyak Goreng Curah

RAKYATCIREBON.ID - Puluhan warga di kawasan Pasar Kadipaten Kecamatan Kadipaten, rela mengantre di sebuah toko agen minyak goreng curah. Warga yang didominasi para pedagang ini rela mengantre panjang untuk membeli minyak goreng murah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat warga rela berdesakan dan mengantre membawa jerigen atau botol minyak masing-masing. Mayoritas warga mengaku menunggu dan mengantre sejak pagi. Seperti dikatakan Tori (50), pedagang di Pasar Kadipaten mengaku rela mengantre di lokasi sejak pukul 06.00 WIB untuk mendapat minyak goreng murah.

“Saya sudah antre dari jam 06.00 untuk taruh jerigen minyak, tapi belum dapat dan menunggu giliran,” ujar Tori saat ditemui di lokasi, Rabu (23/3).

Mengantre dia lakukan demi mendapatkan minyak goreng curah yang kini mulai langka di pasaran. Dirinya juga sudah mencari ke berbagai lokasi agen minyak goreng curah, namun tidak membuahkan hasil.

“Sudah sebulan ini saya sulit mendapatkan minyak goreng curah untuk dijual lagi. Capek saya carinya,” ucapnya.

Di agen minyak goreng curah yang didatanginya, para warga hanya dibatasi membeli minyak sebanyak 1 jerigen atau hanya 16 kilogram. Diakuinya, hal itu agar semua warga kebagian minyak goreng yang berbahan dasar dari sawit tersebut.

“Di sini per kilogramnya dijual dengan harga Rp22 ribu dan saya bakal jual lagi dengan harga Rp24 ribu per kilogramnya. Biasanya mah Rp 19 ribu per kilogramnya,” jelas dia.

Sementara Ria, warga Desa Kadipaten mengaku rela mengantre panjang untuk mendapat minyak goreng murah. Menurutnya, banyak ibu rumah tangga yang resah karena stok minyak sudah mulai langka di pasaran. Seperti di minimarket juga sudah yang bukan premium. Kalaupun ada, bukan merek yang bagus-bagus dan harganya mahal.

“Makanya saya beralih ke curah, meski harus begini. Saya antre sudah 2 jam Alhamdulillah dapat juga minyak goreng curahnya,” katanya.

Sekadar informasi, pemerintah pusat telah resmi mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Harga minyak goreng dikembalikan sesuai mekanisme pasar.

Hal itu guna menanggulangi terjadinya kelangkaan minyak goreng di pasaran belakangan ini. Namun, kondisi seperti itu tidak memberikan solusi di lapangan. Harga minyak goreng kemasan kini justru melambung tinggi dan minyak goreng curah sulit didapat. (hsn)

Sumber: