Guru Diminta Aktif dan Mampu Bersaing

Guru Diminta Aktif dan Mampu Bersaing

RAKYATCIREBON.ID - Guru agama dituntut berperan dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Cirebon. Bisa bersaing dengan daerah lain, menggali potensi didunia pendidikan.

Hal itu, disampaikan Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg dihadapan Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam (FKGPAI) dan TK Kabupaten Cirebon. Syaratnya, untuk bisa bersaing dengan ilmu.

Saat ini, sudah eranya persaingan bebas. Ia mencontohkan persaingan bebas sudah terjadi di tingkat pemerintahan baik Kabupaten maupun Provinsi. Karena pemerintah pusat pun membebaskan pemerintah daerah untuk berekspresi memajukan daerahnya masing-masing.

Dunia pendidikan pun sama, para guru bisa bersaing dan mengekspresikan diri.

“Guru menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi perubahan karakter seorang anak,” kata Imron.

Sehingga, guru bisa menanamkan nilai-nilai positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang ditempuh. \"Perubahan (karakter, red) seseorang itu karena tiga faktor. Pertama, keluarga atau orang tua, dari pendidikan dalam hal ini guru. Dan hati-hati, ada satu lagi yaitu pergaulan. Sifat seseorang bisa dipengaruhi oleh tiga faktor tadi,\" ujarnya.

Imron berharap FKG PAI PAUD dan TK menjadi motor penggerak perubahan para siswanya. Jika guru tidak bisa menggali potensi anak didiknya, maka anak tersebut kelak akan tumbuh dengan sifat yang negatif.

Sementara itu, Ketua pengurus FKG PAI Kabupaten Cirebon, Neneng Kholifatul Azizah, mengatakan, tugas yang diemban untuk empat tahun kedepan tidaklah ringan. Tugas tersebut harus dibarengi dengan keihlasan dan kemauan kuat seluruh jajaran pengurus untuk mengabdikan bagi kepentingan FKG PAI PAUD dan TK.

\"Kami mengajak seluruh pengurus FKG PAI PAUD dan TK untuk bersungguh-sungguh memegang amanah yang diembankan kepada kita. Sehingga kita dapat melaksanakan amanah dengan baik,\" ujar Kholifatul Azizah.

Ia menjelaskan, FKG PAI PAUD/TK merupakan organisasi profesi di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) yang merupakan instrumen pemerintah sebagai perpanjangan tangan dalam pengembangan PAI pada jenjang pendidikan TK.

\"FKG PAI-TK didirikan pada tanggal 10 April 2009 di Yogyakarta. Dan pimpinan.tingkat pusat berkedudukan di Jakarta,\"pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FITK IAIN Cirebon, Dr Asep Mulyana mengatakan, era persaingan bebas tak terhindarkan. Bahkan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Apalagi, berkembangnya perguruan tinggi yang membuka jurusan atau prodi serupa.

Pihaknya menyadari, untuk menumbuhkan daya saing bagi para guru agama, TK dan PAUD harus dimulai sejak masa pendidikan di perguruan tinggi. Di banyak tempat masih ditemui guru-guru baik agama, TK atau PAUD justru bukan dari lulusan yang linear dengan tempat kerjanya. Hal itu disinyalir juga memperlemah daya saing guru.

Di PIAUD IAIN Cirebon, lanjut Asep Mulyana, calon guru sudah dikenalkan dengan banyak variasi pengembangan keterampilan. Calon guru diberi pemahaman mengenai edupreneur dan tata manajemen PAUD yang baik.

Sumber: