Pemerintah Didesak Stop Ekspor Bahan Baku

Pemerintah Didesak Stop Ekspor Bahan Baku

PEMERINTAH Kabupaten Cirebon terus melakukan berbagai upaya guna mendongkrak kembali pasar Rotan yang dulu sempat Berjaya. 
\"pemkab
Pembukaan Cirebon International Furniture Expo. Foto: Yoga/Rakyat Cirebon 
Salah satunya adalah dengan menggelar Cirebon International Furniture Expo 2017, Sabtu (21/10) di Lapangan Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru kabupaten Cirebon.

Disamping pengusaha rotan, dalam Cifex kali ini nampak sejumlah perwakilan Negara luar yang hadir untuk melihat langsung hasil karya para pengrajin di Kabupaten Cirebon. 

Kementrian Perdagangan serta Kementrian Pariwisata menyatakan sangat mengapresiasi langkah pemkab untuk menyelenggarakan Cifex ini.

Dirjen Industri Agro Kementrian Perindustrian, Panggah Susanto yang hadir mengatakan saat ini pemerintah sudah memberhentikan ekspor bahan baku rotan. Namun, sambungnya perlu adanya dorong ditingakatan perajin dan pengusaha rotan. 

“Industri pendorongnya belum memadai. Untuk itu kita atur lagi, karena pelarangan ekspor ini (bahan baku) sudah cukup lama. Perlu penanganan yang serius untuk menjadikan rotan sebagai industri dunia. Saya sepakat dengan Bupati Cirebon untuk melestarikan rotan di Cirebon,” singkatnya.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Sunoto menyebutkan sebesar ‎80 persen bahan baku rotan mentah di dunia ada di Indonesia. 

Untuk bisa mengembalikan kejayaan kerajinan rotan Indonesia, lanjutnya, diperlukan langkah seperti dengan memberhentikan ekspor bahan baku rotan. 

“Kita (HIMKI) sudah bertemu dengan Presiden Jokowi waktu jadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi siap untuk memberhentikan ekspor. Saya juga berharap, kepada rekan-rekan Kementrian Perdagangan (Kemendag) untuk tidak mengekspor bahan baku rotan,” kata Sunoto.

Selain pelarangan ekspor, dikatakan Sunoto, sisa bahan baku rotan yang tak terpakai bisa dikaji oleh pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurutnya, bahan baku rotan yang tak terpakai bisa dilebur untuk dimanfaatkan kembali.

“Mari kita duduk bersama untuk membicarakan soal rotan ini. Kemudian, Cifex ini merupakan pameran yang sifatnya internasional, tujuannya bisa meningkatkan ekspor kerajinan rotan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi mengatakan Cifex 2017 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempromosikan dan mengembalikan kejayaan produksi rotan di Cirebon. 

“Kabupaten Cirebon ini harus menjadi daerha penghasil produksi rotan terbesar di Indonesia. Untuk itu, kita harus melestarikan dan meningkatkan nilai ekspor rotan di Cirebon,” tegasnya.

Dikatakan Sunjaya, berbagai jenis produk kerajinan rotan asli Cirebon dipamerkan. Ia berharap, kerajinan rotan Cirebon kembali berjaya di pasar lokal maupun internasional. “Kita pamerkan dengan tujuan agar menarik pasar lokal maupun internasional. Cifex ini akan kita jadikan sebagai agenda tahunan kita,” katanya.(yog)

Sumber: