Dadan: Warung Saya Buka Hanya Sore

Dadan: Warung Saya Buka Hanya Sore

MAJALENGKA - Anggota DPRD Majalengka, H Dadan Daniswan SE MSi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan petugas Satpol PP datang ke warung miliknya yang berada di wilayah pasar Mambo pada Senin (29/5). Politisi Golkar itu menjelaskan, kronologis sebenarnya saat warungnya didatangi petugas Satpol PP. 
\"dadan
Dadan Daniswan bersama istrinya. Foto: Herik/Rakyat Cirebon
\"Saya ingin memberikan klarifikasi, pada hari Senin itu warung saya memang buka. Tetapi itu dalam rangka beres-beres. Bukan buka untuk melayani konsumen. Lantas kemudian ada petugas datang, dan itupun menurut saya sosialisasi, bukan razia,\" jelas Dadan didampingi sang istri kepada wartawan Rakcer, Rabu (31/5).

Menurutnya, momen pada saat petugas Satpol PP datang ke warungnya itu adalah waktu yang setiap hari dilakukan untuk beres-beres. Karena, selama enam tahun menjalani bisnis itu, setiap Ramadan pihaknya selalu tidak menerima konsumen hingga waktu Ashar tiba.

\"Kami tidak menyediakan nasi. Kami hanya menyediakan lauk pauk, kolek dan teh tarik yang menjadi ciri khas warung/kafe ini. Pada saat petugas datang pun, waktu itu saya juga ada. Dan saya tegaskan tidak ada nasi di warung ini. Selama enam tahun warung ini tidak menyediakan nasi selama Ramadan. Waktu itu (pukul 12.00 WIB, red) semua jendela depan memang harus dibuka agar tidak pengap,\" jelasnya.

Dadan menuturkan, siapapun yang membuka toko dan mengikuti prinsip ekonomi dan bisnis, manakala mau berjualan pada pukul 15.00 WIB sore, persiapan harus dilakukan sebelumnya. Kebetulan persiapan yang dilakukan oleh warung miliknya biasa dilakukan pada sekitar pukul 12.00 WIB atau setelah Dzuhur.

\"Saya pikir wajar, karena warung-warung lainpun melakukannya. Berdagang itu butuh proses tahapan persiapan. Karena Ramadan, warung ini persiapannya dilakukan setelah Dzuhur,\" ungkapnya.

Dadan yang terpilih menjadi anggota DPRD selama tiga periode ini mengungkapkan, selama 6 tahun membuka warung, tidak pernah melayani konsumen atau melayani masyarakat pada Ramadan kecuali pada sore hari.

\"Saya juga belajar agama, saya berani bersumpah. Intinya pemberitaan sebelumnya cukup tendensius yang merugikan kami. Seolah-olah warung ini dirazia, Padahal tidak. Petugas juga bilang bahwa itu hanya sekedar sosialisasi saja. Anda lihat sendiri, dan para rekan wartawan juga menyaksikannya, bahwa tidak ada yang dibawa di warung ini, kalau dirazia harusnya ada yang dibawa,\" jelasnya.

Dadan sendiri juga mendukung surat edaran yang berisi imbauan kepada pemilik warung agar buka sore hari selama Ramadan. Tentu itu semua untuk menghormati umat Islam yang berpuasa. 

\"Saya mendukung positif surat edaran itu. Hanya mungkin harus dibedakan antara razia dan sosialisasi. Jadi mohon diklarifikasi,\" pungkasnya.

Salah seorang warga yang juga pelanggan warung tersebut, Tahjudi (35)  membenarkan warung milik Dadan hanya melayani konsumen sore hari. “Warung pak Dadan setiap Ramadan hanya melayani setelah Ashar,” imbuhnya. (hrd)

Sumber: