Wawali Ajak Investor Lihat Potensi di Wilayah Argasunya
Wawali Siti Farida Rosmawati mengajak salahsatu investor meninjau potensi wilayah Argasunya, salahsatunya lahan eks galian C. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Pembangunan dan pengembangan di wilayah Selatan saat ini menjadi salahsatu fokus pemerintah Kota Cirebon.
Potensi-potensi investasi di wilayah Selatan pun saat ini belum sepenuhnya dimaksimalkan, meskipun sudah ada beberapa wacana yang disiapkan, seperti pembangunan kampung religi hingga agro wisata.
Pengembangan dan pembangunan wilayah Selatan tentu akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, dan tentu APBD Kota Cirebon tidak akan bisa untuk menghandlenya.
BACA JUGA:Versus Cafe And Resto Diduga Langgar Aturan, PHRI Angkat Tangan: Bukan Anggota Kami !
Maka, salahsatu pilihan yang bisa diambil, untuk bisa mengembankan wilayah Selatan, adalah membuka peluang investasi.
Langkah tersebut pun mulai dilakukan, kemarin, Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengajak salahsatu investor, untuk melihat langsung potensi-potensi yang bisa dikembangkan dari wilayah paling Selatan di Kota Cirebon, sesuai yang diinginkan dan diharapan oleh pak walikota Effendi Edo.
Disana, ia meninjau lahan-lahan eks galian C, yang belum termanfaatkan dengan baik, padahal memiliki luas yang cukup signifikan.
BACA JUGA:Ketua DPRD Cirebon Desak Evaluasi Anggaran 2026, Soroti Minimnya Dana untuk Perbaikan Jalan
"Wilayah Selatan ini potensi investasi nya cukup besar ya, jadi harus kita kenalkan," ungkap Rida, sapaan akrab Wakil Walikota.
Dalam rancangan RPJMD yang sudah masuk tahap finalisasi, pengembangan wilayah Selatan pun masuk menjadi salah satu agenda inti lima tahun kedepan, dimana beberapa perencanaan pengembangan sudah masuk, seperti pembangkit kampung wisata religi.
Maka, menurut Rida, rencana tersebut harus juga sejalan dengan pengembangan potensi-potensi lainnya.
BACA JUGA:Dukung Pemerintah Perkuat Jaring Pengaman Sosial, BRI Salurkan BSU 2025 kepada 3,76 Juta Penerima
Tidak terkecuali, potensi lahan-lahan eks galian C, yang memang sampai saat ini masih dijadikan mata pencaharian bagi masyarakat di sana untuk tetap bertahan hidup.
Saat turun meninjau, ia melihat jelas beberapa armada truk kaluar dari lokasi eks galian, meskipun di akses-akses masuk sudah terpampang imbauan pemerintahan untuk tidak melakukan aktivitas penambangan pasir.
Sumber: