Diwisuda, Lulusan UIN Siber Cirebon Diminta Terapkan Filosofi Ilmu dan Kuasai Soft Skill

Diwisuda, Lulusan UIN Siber Cirebon Diminta Terapkan Filosofi Ilmu dan Kuasai Soft Skill

WISUDA. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar wisuda sarjana, magister dan doktor hari pertama di Ballroom Apita, Jalan Tuparev Cirebon, Selasa (12/8). Wisuda diikuti 763 peserta tatap muka serta 49 peserta daring. FOTO : SUWANDI/RAKYAT CIREBON--

CIREBON - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar wisuda sarjana, magister dan doktor hari pertama di Ballroom Apita, Jalan Tuparev Cirebon, Selasa (12/8). wisuda diikuti 763 peserta tatap muka serta 49 peserta daring.

Adapun program studi yang ikuti wisuda hari pertama antara lain Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Matematika, Tadris Biologi, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris Kimia dan Pendidikan Jarak Jauh. 

Menariknya, wisuda hari pertama dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Dr M Arskal Salim GP MAg. Selain menjadi saksi, Arskal juga memberikan kuliah umum bagi seluruh wisudawan

Dalam paparannya, Arskal mengatakan, perguruan tinggi dituntut andil dalam memajukan Indonesia. Termasuk UIN Siber Cirebon. Oleh karena itu, Kemenag juga merancang 8 program prioritas (asta protas), dimana lulusan PTKIN diminta turut mensukseskan protas tersebut. 

Asta protas mencakup poin-poin berikut Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sukses Haji dan Digitalisasi Tata Kelola.

Menurut Arskal, asta protas ini merupakan peluang bagi alumni UIN Siber Cirebon untuk melakukan baktinya pasca diwisuda. Namun demikian, jika alumni memilik berkiprah di bidang lain juga merupakan pilihan yang baik. Tentu ditunjang dengan soft skill yang harus dikuasai.

Secara umum, lanjut Arskal, ada 10 soft skill yang dituntut diera saat ini. Antara lain analitical thinking dan inovation, active learning and learning strategy, complex problem solving, critical thinking and analisist, creativity originality and initiative, leadership and social influence, technology rules monitoring and control, technology design and programming, resilience stress tolerance and flexibility serta reasoning problem solving and iniation.

"Dari 10 skill ini banyak yang saudara tidak temukan pada saat mengikuti perkuliahan di dalam kelas. Banyak ditemui pada saat saudara berinteraksi dengan dosen, teman-teman mahasiswa atau saat beraktivitas di luar," jelas Arskal. 

Oleh karena itu, perlu bagi alumni untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar selain dibekali kapasitas akademik, juga menguasai soft skill yang sama pentingnya dalam menapaki karir di masyarakat. 

"Oleh karena itu, saya ajak para sarjana ini terus belajar jangan hanya S1, S2 atau S3 itu cukup. Tidak pernah ada kata cukup untuk belajar. Apalagi dunia AI itu menbuka kesempatan luar biasa untuk semua meningkatkan wawasannya," jelas Arskal.  

Sementara itu, Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg juga menekankan hal senada. Menurut guru besar ekonomi syariah ini, akademisi harus mampu menjalankan filosofi 'ilmu'. 

"Ilmu itu dari asalnya dari tiga huruf yaitu 'ain, lam dan mim. 'Ain itu dimaknai sebagai 'iliyin. Artinya tempat yang tinggi atau kemulyaan. Dimana orang yang berilmu punya derajat yang tinggi," jelas Aan. 

Huruf kedua yaitu lam, lanjut Aan, yang dimaknai senagai lutf atau kelembutan. Bisa juga dimaknai sebagai soft skill, moral, komunikasi yang baik atau moderat. Orang yang berilmu, harus punya kemampuan tersebut. 

Sumber: