KONI Kabupaten Cirebon Perkuat Transformasi dan Sinergi Lewat Rakerkab 2025

KONI Kabupaten Cirebon Perkuat Transformasi dan Sinergi Lewat Rakerkab 2025

PROGRAM. KONI Kabupaten Cirebon menggelar Rakerkab di aula Stadion Watubelah, Sabtu 27 Desember 2025.--

RAKCER.DISWAY, CIREBON – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon secara resmi menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) tahun 2025 sebagai langkah monumental dalam memetakan masa depan olahraga di daerah.

Dengan mengusung visi besar bertajuk “Atlet Dijaga, Olahraga Ditata, Cirebon Juara,” forum strategis ini diselenggarakan di aula Stadion Watubelah pada Sabtu 27 Desember 2025.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi keseriusan dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

BACA JUGA:KONI Resmi Pindah ke Sport Center Watubelah, Bupati Dorong Jigus Bangkitkan Prestasi Olahraga

Kegiatan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, mulai dari jajaran pengurus internal KONI Kabupaten Cirebon, perwakilan dari 46 Cabang Olahraga (Cabor), utusan KONI Jawa Barat, hingga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon.

Fokus utama dari forum ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus menyelaraskan frekuensi antar-pengurus demi terciptanya ekosistem olahraga yang lebih kompetitif.

Ketua KONI Kabupaten Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus, menegaskan bahwa Rakerkab ini adalah wadah krusial untuk mengukur efektivitas program kerja yang telah berjalan.

Dia memaparkan bahwa untuk mencapai target tinggi, KONI melakukan penguatan di 11 bidang fundamental, yaitu Bidang Hukum dan Advokasi serta Organisasi.

BACA JUGA:Siti Farida Semangati Warga Terdampak Banjir di Kalijaga

Bidang Humas, Media Massa, dan Hubungan Antar Lembaga. Perencanaan Program, Anggaran, serta Mobilisasi Sumber Daya. Pembinaan Prestasi, Pendidikan, dan Latihan Olahraga. Penelitian, Pengembangan (Litbang), serta Data dan Teknologi serta Sarana, Prasarana, dan Kesehatan.

“Kami ingin memastikan setiap aspek, mulai dari legalitas, pendataan atlet berbasis teknologi, hingga kesejahteraan kesehatan, berjalan secara sinkron. Ini adalah fondasi utama agar pembinaan atlet kita lebih terarah, berkelanjutan, dan tidak bersifat instan,” tegas Jigus.

Optimisme tinggi menyelimuti jalannya rapat, terutama melihat hasil babak kualifikasi Porprov yang menunjukkan tren positif.

Jigus mematok target yang menantang bagi kontingen Kabupaten Cirebon pada Porprov 2026 mendatang.

“Target kita adalah menembus posisi 15 besar, dan jika seluruh elemen bersinergi maksimal, bukan tidak mungkin kita masuk ke dalam jajaran 10 besar Jawa Barat,” ujarnya penuh keyakinan.

BACA JUGA:Zulhas Bagi-bagi Beras, 250 Driver Ojol di Cirebon Dapat Bantuan

Prestasi internasional juga menjadi pemantik semangat dalam forum ini. Keberhasilan Dhendy Krhistanto, atlet asal Kabupaten Cirebon dari cabor biliar dan snooker yang sukses menyabet medali perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand, dijadikan bukti otentik bahwa pola pembinaan di daerah telah mampu berbicara di level dunia. Prestasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi atlet dari cabang olahraga lain untuk bermimpi lebih tinggi.

Salah satu poin menarik yang dibahas adalah langkah strategis pemindahan Kantor Sekretariat KONI ke Stadion Watubelah.

Transformasi ini mendapatkan apresiasi khusus dari Ketua Harian KONI Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) DR Arief Prayitno SIP SH MHum.

Dia mencatat perubahan signifikan pada kondisi stadion yang kini jauh lebih terawat, terang, dan fungsional sejak dijadikan basis aktivitas KONI.

“Dulu stadion ini terkesan suram dan kurang tertata. Sekarang, atmosfernya telah berubah menjadi pusat aktivitas yang produktif. Keberadaan fasilitas latihan di sini akan sangat menunjang persiapan fisik para atlet menjelang 2026,” ungkap Brigjen Arief.

BACA JUGA:Banjir Rendam Cirebon, Ketua DPRD Dorong Normalisasi Sungai dan Aksi Nyata

Di sisi lain, Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, Jois Putra, menitipkan pesan penting terkait tata kelola organisasi. Dia mengingatkan bahwa prestasi besar harus dibarengi dengan manajemen yang transparan dan akuntabel, terutama dalam penggunaan anggaran negara.

"Semangat Ketua KONI dalam memperjuangkan anggaran 2026 sangat luar biasa. Namun, saya berpesan agar setiap rupiah yang dikucurkan harus benar-benar berorientasi pada hasil (output) pembinaan atlet. Program kerja harus terukur sehingga target yang dicanangkan bisa tercapai secara proporsional dengan dukungan finansial yang ada," pungkas Jois.

Dengan berakhirnya Rakerkab 2025 ini, KONI Kabupaten Cirebon kini memiliki peta jalan yang jelas untuk menjadikan olahraga sebagai kebanggaan masyarakat dan mewujudkan mimpi "Cirebon Juara" di panggung Jawa Barat. *

Sumber:

Berita Terkait