Pendampingan Prisma 3.0 Mahasiswa Poltek SCI Bersama Petani Lebah Trigona di Panambangan

Pendampingan Prisma 3.0 Mahasiswa Poltek SCI Bersama Petani Lebah Trigona di Panambangan

Program Prisma 3.0 yang dijalankan oleh Mahasiswa Politeknik SCI melalui Kelompok 1 menghadirkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat desa.-FOTO: ISTIMEWA-RAKYATCIREBON

KUNINGAN, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Program Prisma 3.0 yang dijalankan oleh Mahasiswa Politeknik SCI melalui Kelompok 1 menghadirkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat desa. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan petani lebah Trigona Itama di Desa Panambangan sebagai upaya memperkuat usaha madu lokal agar mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi budidaya lebah milik Pak Agus, seorang petani lebah madu yang telah merintis usahanya sejak tahun 2021 hingga 2022. Selama proses pendampingan, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga berdiskusi langsung untuk memahami kondisi usaha, tantangan, serta potensi pengembangan ke depan.

Usaha Lebah Trigona yang Dikelola dari Rumah

Usaha madu Trigona Itama yang dijalankan Pak Agus masih berskala rumah tangga. Hingga saat ini, belum terdapat kantor khusus untuk kegiatan usaha. Rumah pribadi digunakan sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, sekaligus pusat aktivitas produksi madu. Meskipun demikian, proses produksi madu dilakukan secara rutin dan terjaga.

Dalam perjalanannya, Pak Agus pernah menerima pesanan madu dalam jumlah besar. Hal ini menunjukkan bahwa produk madu Trigona Itama memiliki kualitas dan kepercayaan dari konsumen. Namun, sistem penjualan yang diterapkan masih bersifat konvensional dan mengandalkan transaksi langsung.

Tantangan Harga dan Pengembangan Budidaya

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah harga jual madu yang masih relatif rendah di tingkat pengepul. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan keuntungan yang diperoleh, terutama bagi usaha yang masih berada pada tahap awal pengembangan.

Selain persoalan harga, Pak Agus juga masih melakukan riset sederhana terkait jenis tanaman yang tepat untuk ditanam di sekitar area budidaya lebah. Riset ini bertujuan untuk menemukan tanaman yang tidak hanya mendukung ketersediaan pakan lebah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Peran Mahasiswa dalam Pendampingan Digital

Melalui program Prisma 3.0, mahasiswa Poltek SCI Kelompok 1 berperan sebagai pendamping dan fasilitator. Salah satu fokus utama pendampingan adalah pengenalan pemasaran digital sebagai alternatif dari sistem penjualan tradisional.

Selama ini, komunikasi dengan konsumen dilakukan secara langsung dan melalui aplikasi WhatsApp sebagai sarana utama untuk menerima pesanan dan menyampaikan informasi produk. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai potensi media sosial sebagai media promosi, pentingnya tampilan visual produk, serta strategi komunikasi yang lebih terarah untuk membangun kepercayaan konsumen.

Pembelajaran Bersama di Tingkat Desa

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman lapangan yang berharga dalam memahami realitas UMKM desa dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal. Sementara bagi petani, pendampingan ini membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi digital secara sederhana namun berdampak.

Interaksi yang terbangun selama kegiatan mencerminkan kolaborasi yang saling menguatkan antara dunia pendidikan dan masyarakat desa, di mana pengetahuan akademik dan pengalaman lapangan dapat berjalan beriringan.

Pendampingan Prisma 3.0 Mahasiswa Poltek SCI Kelompok 1 di Desa Panambangan menunjukkan bahwa pengembangan UMKM desa dapat dimulai dari langkah kecil yang realistis. Dengan pendampingan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan potensi lokal, usaha madu Trigona Itama memiliki peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa mampu menghadirkan solusi yang kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi lokal.

 

Sumber: