Kecamatan Kejaksan Miliki 7 Dapur MBG, SPPG Kesenden 3 Siap Beroperasi
Dapur MBG milik SPPG Kesenden 3 terlihat bersih dan sehat.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Wilayah Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon kini memiliki tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya adalah SPPG Kesenden 3 yang siap mulai beroperasi pada hari Senin mendatang.
PIC Yayasan SPPG Kesenden 3, Mohamad Hikmah Yasin menjelaskan, pada tahap awal operasional, dapur MBG ini menyiapkan sekitar 2.600 porsi makanan bergizi.
"Sasaran penyalurannya sendiri di sejumlah sekolah, seperti SMK Wahidin, SD Sukapura, serta SD Silih Asuh 1, 2, dan 3," jelasnya.
Adapun target ke depan, kata Yasin, mencapai 3.100 porsi, yang saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan para kader di Kelurahan Kesenden.
“Untuk sementara, data penerima manfaat khusus penanganan stunting masih dalam proses pengumpulan dari para kader. Kami juga melibatkan 47 relawan dalam operasional dapur MBG ini,” katanya.
Camat Kejaksan, Achmad Muhaimin mengatakan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara tasyakuran. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap SPPG Kesenden 3.
“Insya Allah, berdasarkan informasi dari Ketua SPPG Kesenden 3, dapur ini akan mulai beroperasi hari Senin depan. Saya mengucapkan selamat kepada Ketua SPPG Kesenden 3, beserta seluruh jajarannya,” kata Achmad Muhaimin.
Ia berharap SPPG Kesenden 3 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam penyediaan menu makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan ibu mengandung serta ibu menyusui.
"Semoga berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan menu makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu mengandung serta menyusui," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pengelolaan limbah dapur dilakukan dengan hati-hati serta bersinergi dengan pengurus RW setempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
"Kemudian misalnya dengan masyarakat ketika ada buangan limbah itu harus hati-hati, bisa bersinergi dengan RW-nya, kemudian bisa menjaga ketertiban, keamanan di sekitar sini," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Kesenden, Herdiyanto menyampaikan, sekitar 30 persen warga berasal dari RW 08 Kesenden, sementara sisanya berasal dari berbagai wilayah lain.
"Alhamdulillah dari warga saya sendiri ada 30 persen sisanya dari wilayah luar," ucapnya. (its)
Sumber: