Dukung Petani, Sinergi Bulog-Kodim Kuningan Jemput Bola Kawal Harga Gabah
Kolaborasi Bulog, TNI dan Petani, lindungi harga gabah pasca panen, stabil 6.500 Rupiah perkilogram.-Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon
RAKYATKUNINGAN.DISWAY.ID - Pola lama petani menjual gabah dengan menunggu tengkulak perlahan ditinggalkan. Seperti di Kabupaten Kuningan, tepatnya dii Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, negara hadir langsung ke sawah. Bulog bersinergi dengan TNI Angkatan Darat dari Kodim 0615 Kuningan, kerahkan peran Babinsa, untuk menyerap gabah petani pascapanen, sekaligus melindungi mereka dari fluktuasi harga.
Kamis siang (29/1), Serka Tri Purnomo, Babinsa Desa Panawuan dari Koramil 1510/Cilimus, mendampingi proses serapan gabah kering panen milik Azim, petani setempat. Sebanyak 2.162 kilogram gabah diserap Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai ketentuan pemerintah.
Kehadiran Babinsa memastikan proses berjalan tertib, terbuka, dan berpihak pada petani. Di lokasi, turut hadir perangkat Desa Panawuan serta petugas Bulog Cabang Cirebon.
BACA JUGA:Anggota DPRD Kota Cirebon Muhammad Noupel Hadir di Tengah Masyarakat, Dukung Peternak Domba
Pendampingan TNI di sektor pangan menjadi bagian dari tugas teritorial. Babinsa berperan menjembatani petani dengan lembaga negara agar hasil panen tidak jatuh ke tangan spekulan dengan harga merugikan. Sinergi ini juga memperkuat ketahanan pangan dari level desa.
“Petani harus mendapat kepastian. Harga jelas, prosesnya transparan, dan hasil panen terserap,” ujar Tri Purnomo di sela kegiatan.
Bagi petani, kehadiran negara di fase pasc apanen sangat memberi rasa aman. Petani tak lagi dibayangi kekhawatiran mencari pasar atau pembeli gabah, yang kerap menerima harga di bawah biaya produksi. Dengan cara jemput bola, Gabah hasil jerih payah petani langsung diterima Bulog dengan nilai layak.
Apa yang terjadi di Panawuan menjadi potret kebijakan pemerintah pusat. Perum Bulog sejak awal 2026 memulai penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri secara serentak di seluruh Indonesia. Targetnya mencapai 4 juta ton setara beras! untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2026.
Dikutif dari laman resmi Bulog hari ini, Bulog menerapkan pola jemput bola, menyasar langsung sawah, titik panen, hingga penggilingan padi. Pendekatan ini dirancang untuk menutup celah permainan harga, menjaga stabilitas pasar, dan memastikan ketersediaan beras nasional aman sepanjang 2026, termasuk menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Di level nasional, langkah Bulog diperkuat dengan sinergi strategis bersama TNI Angkatan Darat. Beberapa hari lalu, Pertemuan Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjadi penanda keseriusan kolaborasi tersebut.
Kerja sama ini menitikberatkan pada percepatan penyerapan gabah dan beras, pendampingan di tingkat desa, serta pengawalan distribusi agar petani tidak dirugikan saat harga bergejolak pascapanen.
Di Kabupaten Kuningan, sinergi Bulog dan Kodim 0615 Kuningan, mulai terasa. Model ini juga memperkuat posisi daerah sebagai bagian penting rantai pasok pangan nasional. Ketika petani terlindungi, produksi terjaga, dan stok pemerintah aman, stabilitas pangan nasional ikut terkunci.
Pendekatan jemput bola, Kolaborasi Bulog dan TNI AD menunjukkan negara tidak menunggu petani datang ke gudang. Sebaliknya negara datang ke sawah, bentuk keberpihakan nyata kepada petani, di saat paling menentukan setelah panen. (Bubud Sihabudin)
Sumber: