Cap Go Meh di Indonesia: Tradisi Daerah, Makna, serta Makanan Khas
Cap Go Meh di Indonesia: Tradisi Daerah, Makna, serta Makanan Khas--istock
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Dalam menjalankan rangkaian perayaan Tahun Baru China atau Imlek, Cap Go Meh merupakan salah satu komponen penting di dalamnya. Menurut kebudayaan Tionghoa, Cap Go Meh menandai hari ke-15 yang mana merupakan penutup dari rangkaian perayaan Imlek.
Istilah "Cap Go Meh" sendiri berarti "malam ke-15" dalam dialek Hokkien. Cap Go Meh biasanya jatuh pada bulan purnama di tahun baru penanggalan Tionghoa.
Di berbagai negara dengan populasi umat Tionghoa yang banyak termasuk Indonesia, perayaan Cap Go Meh pasti meriah dengan berbagai tradisi serta makanan khasnya. Hal ini karena Cap Go Meh bukan hanya sebagai penutup Tahun Baru Imlek, tetapi juga mengandung nilai spiritual, budaya, dan sosial yang kuat.
Dulunya, tradisi ini berasal dari budaya festival lampion di Tiongkok kuno tepatnya pada masa dinasti Han. Seiring berkembangnya zaman, tradisi Cap Go Meh pun menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia.
BACA JUGA:Mau Pesan Suzuki Vitara di IIMS 2026? Simak Promo Servis Gratis dan Jadwal Pengiriman Unitnya
Makna Cap Go Meh
Bulan purnama pada malam Cap Go Meh bermakna sebagai lambang kesempurnaan dan keutuhan, sehingga malam Cap Go Meh merupakan momentum untuk berkumpul dan saling mendoakan di setiap keluarga.
Perayaan Cap Go Meh menjadi simbol harapan baru, kebersamaan keluarga, serta rasa bersyukur akan rezeki yang telah diterima berdasarkan budaya Tionghoa.
Cap Go Meh juga menjadi waktu yang tepat untuk berdoa kepada Tuhan dan leluhur supaya diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberuntungan sepanjang tahun. Maka dari itu, biasanya banyak masyarakat yang mendatangi klenteng untuk beribadah pada malam Cap Go Meh.
BACA JUGA:Usulkan Pemasangan Trash Barrier Agar Sampah tak Sampai ke Laut
Beragam Tradisi Perayaan Cap Go Meh di Indonesia
Banyaknya wilayah Indonesia menjadikan perayaan Cap Go Meh pun turut beragam berdasarkan tiap-tiap daerahnya.
Salah satu tradisi perayaan Cap Go Meh paling terkenal di Indonesia adalah yang terjadi di Singkawang, Kalimantan Barat. Perayaan Cap Go Meh di Singkawang identik dengan atraksi Tatung, yaitu orang-orang yang dipercaya dirasuki roh leluhur atau dewa pelindung menurut kepercayaan mereka.
Ritual pun dilakukan untuk menunjukan bentuk penolakan serta perlindungan dari adanya energi negatif yang tersebar. Ritual dilakukan dengan berbagai aksi yang cukup ekstrem.
Sumber: