Demi Perbaikan, Pemda Harus Perhatikan Aspirasi dan Kritik Praktisi

Demi Perbaikan, Pemda Harus Perhatikan Aspirasi dan Kritik Praktisi

FORUM. Forum diskusi bertajuk "Membangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api" digelar di Himas Coffee Cirebon, Senin malam (23/2). Pegiat Budaya Tionghoa Jeremy Huang Wijaya, Presiden Komisaris Aditama Finance Dennis Firmansjah serta Legislator PDIP Pro--

CIREBON – Forum diskusi bertajuk "Membangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api" digelar di Himas Coffee Cirebon, Senin malam (23/2). Pegiat Budaya Tionghoa Jeremy Huang Wijaya, Presiden Komisaris Aditama Finance Dennis Firmansjah serta Legislator PDIP Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri didapuk menjadi narasumber. 

Pertemuan tersebut digelar Jeremy Humanity Event Organizer. Salah satunya bertujuan membangkitkan UMKM agar dapat mandiri, tidak sepenuhnya bergantung kepada bantuan pemerintah.

Selain membeda persoalan ekonomi, forum ini juga menjadi panggung kritik terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Hal itu disampaikan Rokhmin Dahuri secara terbuka lantaran absennya Walikota dan Bupati Cirebon dalam pertemuan tersebut. 

Menurut Rokhmin, kehadiran kepala daerah sangat penting untuk menyerap masukan langsung dari para pakar dan praktisi ekonomi. Forum tersebut adalah salah satunya.

​"Pertemuan ini sangat penting bagi pemerintah daerah, apalagi dihadiri oleh pengusaha besar seperti Gani Suyanto. Pemerintah daerah seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengusaha untuk berbisnis. Jangan diganggu, dan jangan dibebani dengan pungutan-pungutan yang tidak jelas," tegas mantan Menteri Perikanan dan Kelautan tersebut.

​Rokhmin juga membedah kondisi ekonomi nasional yang menurutnya masih memprihatinkan dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. Ia menekankan beberapa poin krusial The Right Man on The Right Place. 

Salah satunya mendesak pemerintah menempatkan jabatan sesuai keahlian bidang. Ia lantas mencontoh profesionalitas era Presiden Soeharto.

​Rokhmin meminta pemimpin tidak terjebak dalam pencitraan dan kesibukan membuat konten di media sosial, melainkan harus turun ke bawah memberikan solusi nyata dan menciptakan lapangan kerja.

​"Pertumbuhan ekonomi 5% tidak cukup menyejahterakan rakyat target harus di atas 8%," tegas Rokhmin.

​Rokhmin meminta pemerintah tidak memanjakan rakyat dengan BLT, melainkan menciptakan lapangan kerja. Terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), ia menyarankan fokus pada daerah dengan gizi buruk, bukan disamaratakan ke semua provinsi.

​Di sisi lain, Dennis Firmansjah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi saat ini yang memicu tingginya angka kredit kendaraan macet.

Ia mengusulkan pembentukan badan pengawas independen bukan dari unsur partai politik untuk mengawasi anggaran dan program di daerah. Senada dengan hal tersebut, pengusaha ternama Kota Cirebon, Gani Suyanto, meminta pemerintah hadir untuk membimbing pengusaha agar dapat berkembang.

Forum diskusi "Membangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api" juga menjadi ajang unjuk minat dan bakat. Seniman Suryo membawakan dua lagu ciptaan Jeremy Huang Wijaya berjudul 'Empat Penjuru Angin Kita Bersaudara' dan 'Terima Kasih Bapak Rokhmin Dahuri'.

Jeremy Huang Wijaya berharap diskusi ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon agar lebih melindungi pengusaha dari beban pajak dan pungutan. 

Sumber: