Kapan Gerhana Bulan Total Terjadi Lagi? Simak Kalender Astronomi Terbaru Tahun Ini
Kapan Gerhana Bulan Total Terjadi Lagi? Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Salah satu fenomena yang paling dinanti oleh para pencinta astronomi maupun masyarakat awam adalah Gerhana Bulan Total.
Momen ketika satelit alami bumi ini perlahan berubah warna menjadi merah darah, atau yang sering disebut sebagai Blood Moon, selalu berhasil menciptakan suasana magis sekaligus dramatis.
Namun, fenomena ini tidak terjadi setiap bulan. Ia membutuhkan posisi presisi antara Matahari, Bumi, dan Bulan dalam satu garis lurus.
Jika Anda sempat melewatkan peristiwa indah ini pada tahun-tahun sebelumnya, Anda mungkin bertanya-tanya: Kapan gerhana bulan total terjadi lagi?
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total Akan Hiasi Langit Indonesia. Cek Jadwal Lengkap WIB, WIT, Dan WITA
Mari kita lihat kalender astronomi terbaru untuk memastikan Anda tidak melewatkan pertunjukan alam luar biasa ini.
Mengapa Gerhana Bulan Total Begitu Spesial?
Bagi sebagian orang, gerhana mungkin hanya sekadar perubahan warna. Namun secara ilmiah, Gerhana Bulan Total adalah bukti nyata bagaimana atmosfer bumi bekerja.
Saat bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan umbra (inti) bumi, cahaya matahari terhalang.
Ajaibnya, Bulan tidak menjadi hitam gelap. Atmosfer bumi membiaskan cahaya merah matahari dan memantulkannya ke permukaan Bulan. Inilah yang menyebabkan warna kemerahan yang eksotis.
BACA JUGA:Makna Gerhana Bulan Total dalam Berbagai Benua di Dunia
Keunikan warna ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer kita; semakin banyak debu atau polusi di atmosfer, warna merahnya akan tampak semakin pekat dan gelap.
Jadwal Spesifik Gerhana Bulan Mendatang
Berdasarkan data astronomi terbaru, berikut adalah rincian waktu dan wilayah pengamatan untuk fenomena gerhana bulan terdekat yang patut Anda tandai di kalender:
Gerhana Bulan Total – 14 Maret 2025
Fenomena ini akan menjadi salah satu yang terlama, namun cakupan wilayah terbaik berada di belahan bumi barat.
- Wilayah Pengamatan Utama: Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika Barat, dan sebagian kecil Asia Utara.
- Waktu Puncak: Terjadi sekitar pukul 06:58 UTC.
- Kondisi di Indonesia: Sayangnya, fenomena ini hampir tidak terlihat dari wilayah Indonesia karena bulan sudah terbenam saat fase totalitas dimulai.
Sumber: