Puncak Arus Balik! Puluhan Ribu Kendaraan Merayap, Waktu Tempuh Kuningan-Cirebon 3 Jam
Puncak balik lebaran 2026 naik 40% dari tahun lalu. Puluhan ribu kendaraan bergerak dari Kuningan menuju Cirebon.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Puncak arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Kuningan mulai terasa. Ribuan kendaraan terpantau memadati jalur utama, bahkan waktu tempuh Kuningan menuju Cirebon yang biasanya singkat, kini mencapai hingga tiga jam akibat kepadatan.Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik, khususnya jalur utara yang menjadi akses utama pemudik. Kendaraan tampak merayap, dengan antrean panjang yang terjadi sejak pagi hingga siang hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, saat ditemui Selasa (24/3/2026) di sela pemantauan arus balik di Tugu Ikan Sampora, mengakui adanya peningkatan signifikan pada arus balik tahun ini.
“Iya, arus balik meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu. Ini karena masyarakat serentak kembali untuk masuk kerja,” ujarnya.
Ia bahkan mengungkapkan, dirinya merasakan langsung kepadatan tersebut saat melakukan pemantauan di lapangan. Perjalanan dari Kuningan menuju Cirebon memakan waktu hingga tiga jam.
“Sekarang saja dari Kuningan ke Cirebon kurang lebih tiga jam. Kondisinya merayap, padat,” ungkapnya.
Untuk mengurai kepadatan, Dishub Kuningan bersama kepolisian, BPBD, dan unsur terkait lainnya melakukan penjagaan di sejumlah pos pemantauan serta pengaturan di titik-titik rawan. Pemasangan separator di persimpangan juga dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang hendak kembali ke kota tujuan. Melalui fasilitasi dari kementerian, disediakan tujuh unit bus tujuan Jakarta dengan kapasitas sekitar 50 penumpang per bus.
“Bus ini diprioritaskan untuk masyarakat Kuningan yang akan kembali ke kota. Totalnya sekitar 350 penumpang dan diberangkatkan serentak,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan arus balik, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak membawa muatan berlebih yang berpotensi mengganggu kelancaran arus.
Sementara itu, berdasarkan data petugas lapangan, arus kendaraan selama periode mudik (H-4 hingga H-1) tercatat sangat tinggi. Total kendaraan keluar masuk mencapai 103.953 unit, dengan rincian kendaraan masuk 56.538 unit dan keluar 47.415 unit.
Puncak arus mudik sendiri terjadi pada H-2 atau 19 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 28.394 unit dalam sehari. Sementara pada masa arus balik, data harian 23 Maret 2026 menunjukkan dominasi kendaraan keluar sebanyak 33.987 unit dari total 53.596 kendaraan.
Kepadatan tertinggi bahkan tercatat pada pukul 10.15 hingga 10.30 WIB dengan volume mencapai 1.666 kendaraan dalam 15 menit, menandakan tingginya intensitas pergerakan masyarakat pada puncak arus balik tahun ini. (Bubud Sihabudin)
Sumber: