Video Viral, Detik-detik Kontruksi Jembatan Cijemit Dihantam Banjir Bandang

Video Viral, Detik-detik Kontruksi Jembatan Cijemit Dihantam  Banjir Bandang

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar didampingi Kabid Binamarga DPUTR Teddy Bisma tinjau rekontruksi jembatan Cipedak, penghubung Ciniru-Cijemit, Minggu (29/03).--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan menyebabkan debit air Sungai Cijemit melonjak drastis hingga menyeret sebagian material pembangunan Jembatan Cipedak di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru. Meski terdampak bencana, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memastikan proyek strategis tersebut tetap dilanjutkan.

Bupati Dian turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Minggu, 29 Maret 2026, didampingi Sekretaris Daerah Uu Kusmana, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), BPBD, serta unsur Forkopimcam setempat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus merumuskan langkah percepatan penanganan.

Dalam keterangannya, Bupati menyebutkan hujan ekstrem disertai angin kencang telah memicu sejumlah bencana di beberapa titik, termasuk di Desa Cijemit. Bahkan, berdasarkan informasi pemerintah desa, ketinggian debit air sungai mencapai sekitar 8 meter-kejadian yang belum pernah terjadi dalam empat tahun terakhir.

Akibat derasnya arus, material besi konstruksi jembatan yang belum terpasang permanen hanyut terbawa aliran sungai. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Ciniru, Gunungmanik, Pinara hingga Cipedak, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

“Ini kejadian luar biasa yang tidak terduga. Material besi yang terbawa arus masih diupayakan untuk bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Bupati Dian.

Pemerintah daerah pun langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, tim teknis, serta pihak rekanan untuk melakukan inventarisasi dan pemanfaatan kembali material yang masih memungkinkan digunakan. Material yang hanyut dilaporkan masih berada tidak jauh dari lokasi proyek.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan percepatan pembangunan jembatan sementara guna menjaga akses masyarakat tetap terhubung. Ia menegaskan, keberadaan jalur tersebut sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga, terutama sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kuningan, Tedy, memastikan bahwa progres pembangunan fisik tetap berjalan meski menghadapi sejumlah kendala teknis. Ia menyebut, struktur utama seperti abutmen di sisi utara dan selatan masih dalam kondisi stabil dan aman untuk dilanjutkan.

“Beberapa bagian utama masih dalam kondisi baik. Sayap utara yang sebelumnya terdampak juga sudah diperbaiki dan dinyatakan aman,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pekerjaan, pihak rekanan akan mendatangkan alat berat tambahan berupa ekskavator berkapasitas besar. Alat tersebut akan digunakan untuk membantu evakuasi material serta mendukung pemasangan konstruksi di area sungai yang terdampak.

Namun demikian, tantangan utama saat ini adalah penanganan material besi sepanjang kurang lebih 50 meter yang sempat terbawa arus. Dari lima segmen yang ada, satu bagian mengalami kerusakan cukup berat sehingga berpotensi tidak dapat digunakan kembali.

“Material sedang kami upayakan untuk ditarik. Jika tidak memungkinkan diperbaiki, akan dilakukan penggantian demi menjamin keamanan struktur,” tambahnya.

Dampak dari kejadian ini, ditambah kondisi cuaca yang masih fluktuatif serta hilangnya pilar tengah jembatan, membuat waktu penyelesaian proyek harus disesuaikan. Pihak DPUPR memperkirakan adanya keterlambatan sekitar tiga minggu dari target awal.

Sumber: tim liputan rakyat cirebon