Pendaftar Haji di Kabupaten Cirebon Capai 25–30 Orang per Hari

Pendaftar Haji di Kabupaten Cirebon Capai 25–30 Orang per Hari

JELASKAN. Kepala Kemenhaj Kabupaten Cirebon, Mualim menjelaskan pendaftar haji mencapai 25–30 orang per harinya. FOTO : DOC/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Minat masyarakat Kabupaten Cirebon untuk menunaikan ibadah haji terus menunjukkan tren tinggi. Setiap harinya, tercatat puluhan warga mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, H Mualim MAg mengatakan, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sejak Januari hingga 27 Maret 2026 jumlah pendaftar haji telah mencapai 719 orang.

Ia merinci, pada Januari tercatat 300 calon jamaah haji yang mendaftar. Kemudian pada Februari sebanyak 221 orang, sedangkan sejak awal Maret hingga 27 Maret tercatat 198 orang.

“Setiap tahunnya, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Cirebon bisa mencapai lebih dari lima ribu orang,” ujar Mualim, kemarin (29/3).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat biasanya semakin meningkat menjelang musim pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci. Fenomena tersebut, kata dia, hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Tren pendaftaran biasanya meningkat ketika jamaah yang akan berangkat mulai diumumkan, apalagi setelah momentum Idulfitri,” ungkapnya.

Mualim menjelaskan, saat ini masa tunggu atau waiting list keberangkatan haji di Indonesia cukup panjang, yakni sekitar 26 tahun. Masa tunggu tersebut berlaku secara nasional, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Ia mencontohkan, jamaah yang mendaftar pada 2014 baru mulai diberangkatkan pada tahun ini. Sementara masyarakat yang mendaftar setelah 12 Mei 2014 masih harus menunggu antrean berikutnya.

BACA JUGA:Kemenhaj Berikan Pemahaman Kepada Ratusan Jamaah Lewat Bimsik Haji Nasional

“Pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai nomor antrean. Ke depan, masa tunggu haji di Indonesia diperkirakan relatif merata, dari Aceh hingga Papua sekitar 26 tahun,” jelasnya.

Dengan tingginya jumlah pendaftar, rata-rata setiap hari terdapat sekitar 25 hingga 30 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji di Kabupaten Cirebon.

Melihat kondisi tersebut, Mualim mengimbau masyarakat agar tidak menunda pendaftaran haji. Ia menyarankan masyarakat yang sudah memiliki kemampuan finansial untuk segera mendaftar.

“Kalau bisa mendaftar sejak usia dini, misalnya mulai usia 12 tahun. Dengan begitu, peluang untuk berangkat haji di usia produktif sekitar 40 tahun akan lebih terbuka,” pungkasnya. (zen)

Sumber: