Yamaha_detail

Selamat dari Begal Setelah Lari ke Gang

Selamat dari Begal Setelah Lari ke Gang

RAWAN. Tempat kejadian perkara korban begal yang berhasil menyelamatkan diri, setelah berbelok ke arah perkampungan warga di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka.--

RAKYATCIREBON.ID, MAJALENGKA - Kondisi jalan yang buruk dan minimnya penerangan di ruas jalan Majalengka-Sidamukti, menyebabkan jalur tersebut kini rawan kejahatan terutama saat malam hari. Bahkan dalam satu pekan ini terjadi dua kali aksi curanmor yang salah satunya gagal setelah korban kabur ke pemukiman.

Hal itu dialami Lia (34) warga Sidamukti, yang nyaris kehilangan sepeda motornya setelah dipepet dua pria tidak dikenal. Kejadian itu kata perempuan yang memiliki bisnis jual beli online, berawal Sabtu (14/5) malam sekitar pukul 18.30 usai mengirimkan paket pesanan kepada pelanggan di salah satu kantor jasa pengiriman di pusat kota Majalengka.

Keluar dari kantor tersebut, dia masih merasa aman dan tetap santai. Namun saat memasuki jalan menuju Desa Sidamukti tepatnya di sekitar SMP Sidamukti, dia melihat dari arah belakang muncul sepeda motor yang ditumpangi dua pria tidak dikenal yang mencoba memepetnya.

Untungnya dia mampu tancap gas sehingga lolos. Namun aksi kedua dilakukan pelaku dengan mencoba memepet dan menghadangnya di sekitar jalan percabangan menuju kampung Babakan dan ke arah Sidamukti.

“Saat kedua pelaku akan memepet kembali di sekitar jalan cabang itu, akhirnya saya tidak langsung ke desa Sidamukti namun langsung berbelok tajam ke gang kampung Babakan untuk meminta perlindungan warga dan akhirnya pelaku gagal dan tidak mengejar karena saya sudah masuk perkampungan,” ucapnya.

Ketua BPD Desa Sidamukti, Wawan Sumarwan membenarkan kejadian tersebut. Menurut hasil penelusuran dia dan sejumlah warga serta perangkat desa lain, sesuai hasil laporan korban sejumlah warga memang sempat mengaku melihat dua orang berboncengan sepeda motor jenis bebek yang lari kencang putar arah menuju Majalengka.

Dikatakan Wawan, kondisi jalan yang gelap ditambah banyak lubang serta sepi menjadikan jalur tersebut menjadi rawan terutama saat malam hari. Oleh karena itu pihaknya meminta agar pemerintah desa dan kabupaten segera melakukan perbaikan jalan dan menambah penerangan jalan guna meminimalisasi potensi kejahatan. (pai)

 

 

 

Sumber: