Yamaha_detail

Satu Nelayan Selamat karena Tak Bisa Mengoperasikan Perahu

Satu Nelayan Selamat karena Tak Bisa Mengoperasikan Perahu

BERDUKA. Suasana di Pantai Dadap pasca kecelakaan laut yang menimpa dua nelayan. Kedua korban tewas saat mencari ikan di perairan Dadap dengan menggunakan perahu kecil.--

RAKYATCIREBON.ID, INDRAMAYU–Dua nelayan ditemukan tewas saat mencari ikan di perairan Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu pada Kamis (9/6) dini hari. 

Kedua korban ditemukan sudah tidak bernyawa di hari berbeda. Korban pertama beberapa jam pasca kejadian, dan korban kedua pada Jumat (10/6).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Rakyat Cirebon, kedua korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama Triono dan Tarno. Sedangkan satu korban selamat bernama Agus.

Peristiwa tersebut berawal saat ketiga korban mencari ikan di perairan Dadap dengan menggunakan perahu kecil. 

Tiba-tiba, sekitar pukul 01.00 WIB, tali perahu terlepas dan menyambar tubuh Triono hingga tercebur ke laut. 

Seketika, Tarno yang melihatnya langsung berusaha melakukan penyelamatan dengan melompat ke laut. Triono dan Tarno saat itu diketahui tidak memakai pelampung.

Sementara Agus yang masih berada di atas perahu panik dan bingung. Karena kedua rekannya tak terlihat di permukaan air. Ditambah lagi di perahu tersebut tidak ada lampu senter. Dan Agus pun belum mengerti mengoperasikan perahu. 

Lalu ia berusaha menghubungi keluarganya dengan telepon seluler yang kebetulan bisa digunakan.

“Pukul 06.28 WIB korban atas nama Tarno ditemukan meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian,” jelas Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono.

Sedangkan korban Triono ditemukan keesokan harinya, Jumat (10/6) pukul 10.34 WIB. Lalu sekitar pukul 11.00 WIN berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserah terimakan kepada keluarganya.

Menurut Komandan Tim Rescue Pos SAR Cirebon, Ghandi kepada awak media, korban Triono ditemukan pada koordinat 6°25'6.26"S - 108°29'5.32"E di sekitar LKP (Last Known Position), dengan jarak kurang lebih 1 Nautical Miles atau 1.8 KM dari LKP.

Sebelumnya, sejak pagi Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian korban dengan rencana operasi SAR membagi tim menjadi 3 SRU. 

SRU 1 penyisiran laut menggunakan LCR Basarnas dan Speedboat Polair Indramayu dari TPI Dadap menuju LKP seluas 81 Nautical Miles. Kemudian SRU 2 penyisiran laut menggunakan LCR BPBD dari TPI Dadap sampai TPI Tegal Agung dengan luas 74.3 Nautical Miles. “SRU 3 penyisiran darat dari TPI Dadap sampai ke TPI Tegal Agung sejauh 22 kilometer,” terangnya.

Adapun unsur SAR yang terlibat antara lain Basarnas Pos SAR Cirebon, Pos TNI AL Karangsong, Satpolair Polres Indramayu, BPBD Indramayu, Koramil Juntinyuat, Satpol PP Kecamatan Juntinyuat, Pemdes Dadap, PMI Indramayu, Tagana Indramayu, anggota Koperasi TPI Dadap, KRI, Samator Dive Club, SAR FKAM, dan nelayan setempat. (tar)

Sumber: