Jangan Terlalu Minggir, Pinggiran Jalan Terusan Pemuda Ambles

Jangan Terlalu Minggir, Pinggiran Jalan Terusan Pemuda Ambles

AMBLES. Pinggiran jalan di Jalan Terusan Pemuda Kota Cirebon yang ambles, kondisinya tidak terlalu terlihat pengendara, sehingga sangat membahayakan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Pinggiran Jalan Terusan Pemuda, tepatnya di depan gedung perkuliahan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) ambles. Kondisi tersebut sudah lama terjadi dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Bahkan tak hanya kondisi jalan yang ambles, senderan di pinggir jalan, karena di tengah median jalan Taman Pemuda merupakan saluran air, juga sudah miring dan dikhawatirkan roboh.

Ramli, salah satu pengendara mengaku baru mengetahui bahwa pinggiran jalan tersebut ambles. Karena tertutup tanaman pembatas jalan. Padahal, setiap hari ia melalui jalan yang tembus ke kantor DPUTR tersebut.

"Lah saya baru tahu di situ ada ambles. Sedikit sih, tapi gak keliahatan. Jadi bahaya," kata dia.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di titik tersebut, ia pun meminta agar pemerintah melalui instansi terkait segera bergerak melakukan perbaikan.

Terlebih lagi, jalan tersebut menjadi jalan alternatif utama menuju wilayah kota yang ramai dilalui kendaraan setiap harinya. "Ya harusnya segera diperbaiki, sebelum ada korban ya," ucapnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Nurudin SE mengakui, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait kondisi jalan di titik tersebut.

Hanya saja, kondisi kerusakannya tidak cukup dengan hanya perbaikan rutin saja. Sehingga harus masuk di proses perencanaan. "Iya, yang ini sudah waktunya reservasi jalan atau peningkatan jalan. Kalau pemeliharaan rutin gak cukup," ungkap dia.

Dijelaskan Nurudin, anggaran untuk perbaikan titik jalan tersebut sudah diajukan tahun ini. Dan jika tidak terakomodir di tahun sekarang, maka akan kembali dimasukan ke dalam ajuan tahun 2023 mendatang.

Bahkan, pihaknya juga akan mengupayakan perbaikan dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR), atau tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang dikoordinir oleh Sekretariat Daerah.

"Sudah kita ajukan di tahun ini dan tahun depan. Ada yang minta datanya juga dari bagian CSR swasta, dikoordinir bagian program PU dan Setda," jelasnya.

Namun demikian, ditambahkan Nurudin, pihaknya akan kembali menurunkan personel untuk menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan guna perbaikan nanti. Karena dikhawatirkan titik amblesnya meluas. "Nanti tim survei ulang di lapangan. Semoga bisa ditanggulangi segera," imbuhnya. (sep)

Sumber: