Bentrok di Depan Gedung DPRD, PMII Tuntut Keadilan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

AKSI. PMII Cirebon saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.ID, CIREBON – Drama panas mewarnai aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon di depan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (23/12). Aksi yang awalnya damai, memanas saat mahasiswa mencoba memaksa masuk.
Mereka menuntut kejelasan penanganan dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama anggota DPRD berinisial MJ. Dengan suara lantang, mereka meneriakkan kekecewaan terhadap Badan Kehormatan (BK) DPRD yang dinilai lamban dan tidak transparan.
BACA JUGA:Pemkab Cirebon Fokus Tingkatkan Infrastruktur Jalan dan Jembatan
“BK cuma rapat-rapat, mana tindakannya? Jangan biarkan kasus ini menggantung hanya karena pelaku punya jabatan!” teriak salah seorang orator.
Situasi memanas ketika mahasiswa bersikeras masuk ke dalam gedung DPRD untuk berdialog langsung. Aparat kepolisian yang berjaga membentuk barikade, menahan massa agar tidak melangkah lebih jauh.
Namun, mahasiswa tak mundur. Dorong-dorongan antara aparat dan massa pun tak terhindarkan. "Kami hanya ingin masuk dan berbicara langsung dengan dewan. Kami bukan perusuh, kami menuntut keadilan!" teriak seorang demonstran.
BACA JUGA:Jelang Nataru, Dishub dan Polresta Cirebon Periksa Angkutan Umum
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, HR Hasan Basori MSi sempat mencoba menenangkan dengan mendatangi langsung mahasiswa dan memberi pernyataan di luar gedung. Namun, mahasiswa menolak. Mereka bersikeras semua peserta aksi harus diizinkan masuk.
“Kami tidak akan masuk hanya dengan perwakilan. Semua mahasiswa harus terlibat. Ini adalah bentuk solidaritas!” tegas salah satu mahasiswa.
Polisi menawarkan kompromi, hanya mengizinkan 20 orang perwakilan masuk. Namun, tawaran ini ditolak mentah-mentah.
BACA JUGA:BK Segera Pertemukan MJ dengan Korban Dugaan Pelecehan Seksual
Kasus yang mencuat ini berawal dari laporan seorang sales promotion girl (SPG) rokok yang mengaku dilecehkan oleh MJ. Namun, hingga kini, mahasiswa menilai penanganannya berlarut-larut, baik oleh BK DPRD maupun pihak kepolisian.
“Kami muak dengan lambatnya penanganan. Jangan biarkan korban menunggu keadilan lebih lama lagi!” kata Ketua PMII Cirebon, Jamaludin Bachtiar dalam orasinya.
Aksi yang berlangsung hampir tiga jam itu akhirnya bubar setelah mahasiswa menyatakan akan kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
BACA JUGA:DPRD Terima Aspirasi Buruh terkait UMSK 2025
“Kami tidak main-main. Jika kasus ini masih jalan di tempat, kami akan kembali dengan jumlah lebih besar. Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan pada dewan!” tegasnya.
Hasan Basori dalam keterangannya menyebut BK telah memulai langkah awal, termasuk meminta klarifikasi dari MJ. Aduan resmi, katanya, baru diterima pada Rabu pekan lalu, dan BK sedang mempersiapkan pertemuan antara pelapor dan terlapor.
“Kami memproses sesuai prosedur. Aspirasi mahasiswa ini akan kami jadikan masukan, tetapi kami tetap berpegang pada aturan dan prinsip praduga tak bersalah,” tukasnya. (zen)
Sumber: