Alternatif Tangani Persoalan Sampah

TAWARKAN SOLUSI. Dekan FHUGJ, Harmono menawarkan solusi menangani persoalan sampah usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, dan DLH, Rabu (26/2). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
***Limbah Pangan Dijadikan Pakan Ternak dan Pupuk Organik
RAKYATCIREBON.ID, CIREBON – Persoalan sampah, dari tahun ketahun, belum terpecahkan. Penanganannya belum optimal. Masih memakai cara lama. Sampah dikumpulkan, kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Alhasil, volume sampah di TPA setiap tahunnya terus bertambah. Meski terkumpul di TPA, tetap saja menimbulkan persoalan lain. Selain lahan TPA terus berkurang juga kerap menimbulkan persoalan lingkungan.
Bau tidak sedap kerap kali dikeluhkan masyarakat di sekitar TPA. Puncaknya, muncul gerakan penolakan dari masyarakat di sekitar TPA Kubangdeleg. Mereka memblokir truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan menumpahkan bawaannya di depan Kantor Balai Desa.
BACA JUGA:Cegah Pungli, Disdukcapil Permudah Layanan Adminduk
Ada satu terobosan, yang ditawarkan untuk mengurai persoalan sampah. Tawaran itu, muncul dari dunia akademik. Yakni dari Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Itu disampaikan dalam rapat Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, bersama Dinas Lingkungan Hidup, dan Universitas Gunung Jati, Rabu (26/2).
Hanya saja, penanganan masalah sampah dititik beratkan pada penanganan limbah pangan atau food waste. Dekan FHUGJ, Harmono, memaparkan konsep pengolahan sampah berbasis integrasi pertanian yang dapat mengubah limbah pangan menjadi pakan ternak, pakan ikan, serta pupuk organik.
"Konsep ini bertujuan untuk mengolah sampah organik, terutama sisa pangan, menjadi produk yang bermanfaat," katanya.
Cara pengelolaan sampah dengan metode ini, kata dia diharapkan dapat lebih efisien dan mengurangi beban Dinas Lingkungan Hidup. Menurutnya, jika konsep ini berhasil diterapkan, sampah tidak hanya dibuang ke tempat pembuangan akhir.
BACA JUGA:DLH Kabupaten Cirebon: Limbah Industri Bebek dan Ayam Ungkep di Kedungjaya Melebihi Baku Mutu
"Tetapi bisa dikelola lebih baik di tingkat desa dan menghasilkan manfaat ekonomi," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan SSos MSi, menyambut positif ide ini. Ia menyatakan bahwa jika diterapkan, konsep ini akan mengurangi beban DLH dalam mengelola sampah.
"Kami sangat setuju dengan konsep ini dan mendukung penerapannya di Kabupaten Cirebon. Dengan penerapan konsep ini, pengelolaan sampah bisa dilakukan lebih efisien dan berkelanjutan," ungkap Iwan.
Rencana implementasi konsep ini akan dilakukan di berbagai desa yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle).
BACA JUGA:Jigus Siapkan Strategi Penanggulangan Banjir
Iwan menambahkan bahwa konsep ini dapat dilakukan secara tersebar di seluruh desa, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon juga menunjukkan dukungannya terhadap ide ini, bahkan berinisiatif untuk melakukan trial pembuatan pakan ternak dari limbah pangan tanpa menunggu anggaran daerah.
“Kami siap mendukung secara langsung dengan membuat trial pengolahan sampah untuk menjadi pakan ikan dan pakan ternak yang berbahan baku utama limbah pangan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM.
Sumber: