IAIN Cirebon Tanam Pohon Sebelum Dibangun Kampus

IAIN Cirebon Tanam Pohon Sebelum Dibangun Kampus

RAKYATCIREBON.ID - Sebelum dibangun gedung kuliah, lokasi Kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Desa Cikawung, Terisi, Indramayu ditanami banyak pohon, Senin (3/1). Hal itu dilakukan dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-76.

Kampus II bakal berdiri di atas lahan seluas 30 hektare hasil hibah dari Pemda Kabupaten Indramayu. Kampus II dikembangkan untuk fakultas umum sesuai potensi sosio-geografis Indramayu.

Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, penghijauan tersebut dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 Kementerian Agama (Kemenag).

“Jadi kita memang selalu mengadakan kegiatan reboisasi atau penghijauan di tanah yang kita miliki,” katanya.

Bahkan, Sumanta memaparkan, penghijauan di tanah yang berlokasi di Indramayu ini merupakan kegiatan yang ketiga.

Pertama, dia menerangkan, pihaknya melakukan penghijauan di tanah yang berlokasi di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

“Tahun kemarin kita tanam. Kemudian saya cek sudah hijau-hijau tumbuh dengan baik,” terangnya.

Kemudian yang kedua, Sumanta melanjutkan, yaitu penghijauan di tanah yang berlokasi di Jalan Kandangprau, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon.

“Itu kita tanam bersama sivitas akademika (IAIN Syekh Nurjati Cirebon). Alhamdulillah di sana juga tumbuh dengan baik,” imbuhnya.

Sumanta menjelaskan, penanaman pohon di tanah tersebut untuk penataan. Sehingga, ketika pihaknya melakukan pembangunan gedung kampus, pohon-pohon tersebut telah besar dan menjadi rindang.

“Sehingga bisa memberikan naungan kepada mahasiswa-mahasiswi yang belajar di kampus, baik di tanah yang berada di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, maupun yang berada di Indramayu,” ujarnya.

Tanah yang berlokasi di Indramayu tersebut, Sumanta mengungkapkan, akan diproyeksikan untuk pengembangan program studi dan fakultas yang bersifat umum ketika IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah bertransformasi menjadi universitas. Seperti, perhutanan, pertanian, dan perikanan.

“Ketika kita sudah berkembang menjadi universitas itu ada program studi yang bersifat umum. Jadi yang bersifat umum itu kita proyeksikan pengembangannya di sini (Indramayu),” ungkapnya. (wan)

Sumber: