iPad Air 2026 dengan Layar OLED: Haruskah Anda Membayar Lebih untuk Versi Pro?

iPad Air 2026 dengan Layar OLED: Haruskah Anda Membayar Lebih untuk Versi Pro?

iPad Air 2026 dengan Layar OLED: Haruskah Anda Membayar Lebih untuk Versi Pro?. Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Selama bertahun-tahun, alasan paling kuat seseorang rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli iPad Pro adalah layarnya. Panel OLED yang memanjakan mata dengan hitam yang benar-benar pekat selalu menjadi eksklusivitas kasta tertinggi. Namun, di awal tahun 2026, Apple kabarnya bakal melakukan langkah yang "merusak" hierarki tersebut dengan menyematkan layar OLED pada iPad Air terbaru.

Lalu, jika iPad Air sudah pakai OLED, apakah iPad Pro masih punya alasan untuk tetap dibeli dengan harga yang jauh lebih mahal? Mari kita bedah dilema ini agar Anda tidak salah buang uang.

Layar OLED di iPad Air

Keputusan Apple membawa OLED ke lini Air adalah sebuah game changer. Di tahun 2026, pengalaman menonton film atau mengedit foto di iPad Air tidak akan lagi terasa seperti "versi murah". Kontras rasio yang tajam dan akurasi warna yang gila bakal jadi standar baru di kelas menengah Apple.

Tapi, tunggu dulu. Apple tetaplah Apple; mereka adalah pakar dalam membedakan produk. Rumornya, OLED pada iPad Air 2026 tetaplah layar 60Hz atau maksimal 90Hz. Artinya, Anda mendapatkan warna yang indah, tapi tidak akan merasakan kehalusan scrolling 120Hz (ProMotion) yang dimiliki seri Pro. Jika Anda sudah terbiasa dengan layar ProMotion, kembali ke layar Air mungkin akan terasa sedikit "patah-patah" di mata Anda.

Chip M3 vs M4: Performa yang Mungkin Berlebihan

iPad Air 2026 kemungkinan besar akan dipersenjatai dengan chip M3 atau bahkan varian dasar M4. Untuk 90% pengguna—mulai dari mahasiswa, penulis, hingga ilustrator, kekuatan chip ini sudah lebih dari cukup. Menggunakan iPad Pro dengan chip M4 Pro atau M5 (jika sudah rilis) untuk sekadar buka aplikasi harian itu ibarat pakai mesin Ferrari buat belanja ke pasar.

Namun, bagi para profesional yang bekerja dengan file video 4K berat atau rendering 3D, seri Pro tetap punya keunggulan di bandwidth memori dan jumlah core GPU yang lebih banyak. Pertanyaannya, apakah pekerjaan harian Anda memang butuh tenaga sebesar itu? Kalau cuma buat hobi desain dan produktivitas standar, iPad Air OLED sudah lebih dari cukup untuk bikin Anda puas.

Fitur "Printilan" yang Menentukan Harga

Selain layar dan mesin, iPad Pro biasanya menang di fitur tambahan yang seringkali dianggap sepele tapi krusial buat sebagian orang. Kita bicara soal jumlah speaker (4 di Pro vs 2 di Air), sensor LiDAR buat kebutuhan AR, dan Thunderbolt untuk transfer data super cepat. Jangan lupa juga soal FaceID yang hanya ada di Pro, sementara Air kemungkinan besar tetap setia dengan TouchID di tombol power.

Di tahun 2026, perbedaan harga antara Air OLED dan Pro OLED diprediksi masih di kisaran 4 hingga 5 juta rupiah. Selisih harga ini bisa Anda gunakan untuk membeli Magic Keyboard atau Apple Pencil terbaru. Jadi, secara fungsional, paket iPad Air + Aksesori seringkali lebih masuk akal daripada membeli iPad Pro "telanjang" tanpa tambahan apa-apa.

Kesimpulan

Jika iPad Air 2026 benar-benar hadir dengan layar OLED, maka alasan untuk membeli iPad Pro akan semakin mengecil bagi mayoritas orang. Anda sebaiknya membayar lebih untuk iPad Pro hanya jika dua hal ini adalah harga mati bagi Anda: Layar 120Hz ProMotion dan kecepatan transfer data Thunderbolt.

Tapi, buat Anda yang hanya ingin tablet dengan layar cantik untuk konsumsi konten dan kerja kreatif ringan tanpa peduli soal refresh rate super tinggi, iPad Air 2026 adalah juaranya. Tahun 2026 akan menjadi tahun di mana "versi Air" bukan lagi sekadar alternatif murah, melainkan pilihan paling cerdas secara nilai ekonomi.(*)

Sumber: