Komisi I DPRD Soroti Banjir Informasi di Media Sosial

Komisi I DPRD Soroti Banjir Informasi di Media Sosial

Komisi I DPRD menyoroti banjir informasi di media sosial, literasi masyarakat Cirebon dinilai mendesak diperkuat. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--

*** Literasi Masyarakat Cirebon Dinilai Mendesak Diperkuat

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Maraknya arus informasi di media sosial yang kian sulit dikendalikan. Dinilai berpotensi memicu penyebaran informasi keliru, jika masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi yang memadai.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Nova Fikrotushofiyah Lc, menegaskan penguatan literasi masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadapi derasnya informasi di era digital. Tanpa kemampuan menyaring informasi, masyarakat rentan terpapar hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

“Di era digital seperti sekarang, arus informasi sangat cepat dan tidak semuanya benar. Karena itu, literasi menjadi instrumen penting agar masyarakat mampu memilah informasi serta menggunakan media digital secara bijak,” ujarnya, kemarin.

Menurut Nova, penguatan literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan literasi yang baik, masyarakat diharapkan mampu berpikir kritis dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Memperkuat literasi sama halnya dengan berinvestasi pada kualitas SDM. Jika masyarakat memiliki kemampuan memahami dan menganalisis informasi dengan baik, maka mereka juga akan lebih siap berperan dalam berbagai agenda pembangunan daerah,” katanya.

BACA JUGA:Permudah Akses Informasi Publik, Kapetakan Luncurkan Layanan Takon Jeh

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan budaya literasi sejak usia muda. Generasi muda dinilai perlu dibekali kemampuan literasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan sekaligus mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Mohamad Fery Affrudin, menyebut penguatan literasi memang menjadi salah satu tugas utama instansinya. Menurutnya, literasi tidak sekadar membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan menganalisis informasi secara kritis.

“Untuk membangun budaya literasi yang kuat, perlu dibiasakan budaya membaca dan menulis. Karena itu, kami terus mendorong berbagai program seperti gerakan membaca, pengembangan perpustakaan desa, hingga kompetisi literasi bagi pelajar,” ujarnya.

Fery menambahkan, berbagai masukan dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja Disarpus ke depan. Ia berharap penguatan literasi dapat dilakukan secara kolaboratif agar program yang dijalankan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas masukan dari DPRD. Ke depan kami berharap ada sinergi yang lebih kuat sehingga upaya meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, bisa berjalan lebih optimal,” tukasnya. (zen)

Sumber: