Dorong Penguatan Sekolah Inklusif
Siswa SDN 1 Trusmi Kulon saat mengikuti Festival Olah Raga dan Seni Inklusif. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
*** Pendidikan untuk Semua, Tanpa Diskriminasi
CIREBON, RAKYATCIREBON. DISWAY.ID — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif yang ramah terhadap semua anak. Tanpa terkecuali, penyandang disabilitas.
Melalui serangkaian kegiatan dan regulasi, Kabupaten Cirebon secara bertahap membangun sistem pendidikan inklusif yang lebih setara dan adil. Salah satu bentuk nyatanya terlihat dalam pelaksanaan Festival Olah Raga dan Seni Inklusif.
Digelar serentak di enam Sekolah Dasar (SD) dan dua Madrasah Ibtidaiyah (MI). Festival Olahraga dan Seni Inklusif ini bagian dari strategi besar untuk memasyarakatkan nilai-nilai inklusi di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini bukan hanya soal bermain bersama, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini bahwa teman-teman penyandang disabilitas adalah bagian dari kita semua,” ujar Nunu Nurdyana, Koordinator Proyek dari Yayasan Wahana Inklusif Indonesia (YWII).
BACA JUGA:CPPD 2025 Siap Disalurkan, Sinarancang Jadi Prioritas
"Kami berharap agar anak-anak kita semakin mengenal teman-teman mereka yang disabilitas demikian juga sebaliknya, sehingga lingkungan belajar yang inklusif itu bisa terus terbangun dan jadi budaya di sekolah dan madrasah,” ungkap Nunu.
Melalui dukungan program INOVASI, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon bersama Kantor Kementerian Agama dan YWII, telah menggulirkan berbagai program pendukung. Di antaranya adalah pelatihan guru untuk pengajaran inklusif.
Kemudian pendataan siswa penyandang disabilitas melalui aplikasi Profil Belajar Siswa, hingga kampanye publik untuk menumbuhkan pemahaman yang benar soal disabilitas.
Tak hanya itu, langkah penting juga diambil dengan diterbitkannya SK Bupati Cirebon Nomor 800.1.11.1/Kep.506-Disdik/2024 tentang pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di bidang pendidikan. ULD ini diharapkan menjadi simpul koordinasi dan pusat layanan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto SPd MM menyatakan bahwa pendidikan inklusif menjadi keharusan, bukan pilihan.
BACA JUGA:Cirebon Girang Bersholawat: Generasi Muda Agen Kebangkitan Spiritual Desa
“Kami ingin agar semua anak, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya atas pendidikan yang layak. Tidak semua harus masuk sekolah luar biasa. Justru sekolah reguler harus mampu menerima dan melayani semua,” tegasnya.
Suasana keakraban sangat terasa dalam pelaksanaan festival. Anak-anak dengan penyandang disabilitas bermain bersama dalam berbagai permainan tradisional. Seperti benteng, engklek, hingga gobak sodor. Permainan pun telah disesuaikan agar inklusif dan tanpa hambatan.
Perwakilan dari Forum Komunikasi Difabilitas Cirebon (FKDC) dan Oemah Cirebon Inklusif (OCI) juga hadir memberikan edukasi ringan kepada siswa, mengenalkan makna disabilitas dalam bahasa yang mudah dipahami. (zen)
Sumber: