Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, Kemenag Cirebon Gaungkan Ekoteologis Lewat Gerakan Tanam Pohon

Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, Kemenag Cirebon Gaungkan Ekoteologis Lewat Gerakan Tanam Pohon

SIMBOLIS. Plt Kakan Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet menyerahkan bibit pohon kepada Ketua PCNU, KH Azis Hakim Syaerozie, Sabtu (3/1). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan menggaungkan semangat ekoteologis melalui aksi nyata penanaman pohon.

Penanaman pohon secara simbolis dilakukan di sekitar Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon. Dipimpin langsung Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg dan Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon. 

Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian Kemenag terhadap isu lingkungan. Khususnya bencana banjir yang belakangan kerap melanda sejumlah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd, menegaskan peringatan HAB tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi lingkungan.

“Semangat kita ada dua, yaitu ekoteologis dan kepedulian terhadap persoalan banjir. Kementerian Agama ingin terlibat langsung dalam upaya menjaga lingkungan,” ujar Slamet.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Kemenag Kabupaten Cirebon mengalihkan tradisi pemberian karangan bunga menjadi tanaman hidup berupa pohon.

BACA JUGA:Ketua DPRD Dorong Pemulihan Pasar Desa Lemahabang Kulon

Pohon-pohon yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke pesantren dan madrasah yang memiliki lahan untuk ditanami.

“Bukan berarti kami tidak menerima karangan bunga, tetapi kami arahkan agar diganti dengan pohon. Ini lebih bermanfaat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, sedikitnya 70 pohon berhasil dikumpulkan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi madrasah dan lembaga di bawah naungan Kemenag Kabupaten Cirebon.

Slamet menjelaskan, gerakan ini berangkat dari Asta Protas Kementerian Agama, yang salah satunya menekankan penguatan nilai-nilai ekoteologis.

“Lingkungan harus kita jaga. Kerusakan alam selama ini terjadi karena ulah manusia. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk merawat lingkungan agar tetap asri dan mencegah bencana seperti banjir,” tambahnya.

Ia menegaskan, komitmen ekoteologis tersebut tidak hanya dilakukan pada momentum Hari Amal Bakti, melainkan akan terus dijalankan secara berkelanjutan.

“Bahkan sebelum HAB ke-80 ini, kami sudah berkomitmen menjalankan program ekoteologis sebagai bagian dari Asta Protas Kementerian Agama,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg berharap di usia ke-80, Kementerian Agama semakin berperan aktif dalam membina masyarakat, baik dalam menjaga kerukunan umat beragama maupun meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kemenag harus bisa berdampak pada lingkungan. Tokoh agama dan insan Kemenag perlu terus berdakwah tentang lingkungan dengan dasar-dasar keagamaan yang kuat,” ujar Imron.

Menurutnya, pemahaman keagamaan yang luas akan memudahkan masyarakat menerima pesan pelestarian lingkungan.

“Kalau masyarakat sudah paham, itu akan dilaksanakan. Dari kebiasaan menjadi budaya. Jika sudah menjadi budaya, anak-anak pun akan terbiasa menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon berharap dapat menjadi contoh dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan demi keberlanjutan kehidupan. (zen)

Sumber: